Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Rabu, 15 April 2009

SEBONGKAH PENGETAHUAN DARI SEORANG ETNIS TIONGHOA

Q; huruf ini menjadi perbincangan hangat pada badah buku Dear Gani “Perempuang Kembang Jepun” karangannya Lan Fang di depan toko buku IAIN Sunan Ampel Surabaya pada hari Selasa, 14 April 2009. huruf itu juga melahirkan interpretasi yang beragam, terlebih dari pembandingnya dalam bedah buku tersebut yaitu Bapak Habib Musthofa (penulis cerpen Speasis Santri sekaligus dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya). 

Q; dalam islam merupakan huruf kesembilan belas dari huruf hijaiyah, angka kesembilan belas merupakan angka kramat dalam islam (melalui pendekatan magis), basmalahpun ada sembilan belas angka, melihat kembali pada sejarah Fir’un, Fir’un tidak pernah sakit yang juga diyakini disebabkan karena diatap tempat tinggal Fir’un tertulis lafadz basmalah. Dan banyak lagi perspektif versi islam tentang ma’na di balik huruf Q.

GEMA FEMINISME YANG TAK KUNJUNG USAI

Pertama kali Gaung feminisme muncul dari Eropa sebagai akibat stigma perempuan yang merasa di nomor duakan setalah laki-laki. Gerakan ini muncul untuk menstarakan (emansipasi) antara posisi laki-laki dan perempuan perspektif hukum, ekonomi dan sosial budaya. Gerakan ini didominasi oleh para wanita yang merasa tidak puas terhadap konstruk hukum, ekonomi, dan sosial budaya yang di klaim oleh sebagian wanita tidak adil alias wanita di nomor duakan setalah laki-laki.

Minggu, 12 April 2009

TERNYATA TAKDIR ITU KITA YANG MENENTUKAN

ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروأ ما بأنفسهم.....
Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum, kecuali mereka merobah dengan sendirinya, (Qs. Ar-Ra’d : 12).

Ketetapan Allah yang diyakini sebuah takdir oleh Manusia ternyata tergantung pada usaha manusia itu sendiri. Dengan predicate makhluk yang paling sempurna manusia diberi pilihan untuk menentukan hidupnya. Dengan berbekal aqal itulah manusia juga diberi amanah untuk mengelola bumi. Pada intinnya Takdir Allah ada di ujung usaha manusia itu sendiri, jika manusia berjalan (berusaha) menuju kebaikan maka manusia akan mendapatkan kebaikan, begitu juga sebaliknya.

Manusia yang merupakan kolaborasi antara sifat malaikat dan syetan di lengkapi sifat ke-Tuhan-an yang melekat dihati sanubari manusia menjadikan manusia menjadi makhluk paling sempurna dari makhluk lain ciptaan-Nya. Takdir Allah akan ikut pada kecendrungan manusia mengikuti sifat yang ada pada dirinya. Jika cendrung pada sifat malaikat dapat di pastikan manusia tersebut akan bahagia dunia-akhirat, tapi jika cendrung pada sifat syetan yang merupakan musuh nyata bagi manusia akan memburamkan dan mencelakakan manusia itu sendiri.

Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP