Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Sabtu, 25 Desember 2010

PEMBELAJARAN POLITIK KAMPUS


Oleh: Marlaf Sucipto*

Dua hari yang lalu, 23-24 Desember 2010 adalah hari yang sangat menentukan sahabat-sahabat PMII Rayon Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya yang memperebutkan posisi calon Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya 2010-2011. Trik, intrik, strategi, hegemoni, loby, dan gaya gerak lain yang memungkinkan untuk mengantarkan diri seseorang pada kata ‘Calon’ yang akan direkom oleh pengurus rayon sungguh sangat terasa. Mulai hanya sekedar ngopi di kantin dan terbuka untuk semua kader sampai pertemuan tertutup yang kadang hanya satu dua orang yang tahu. Hahaha. Berapa banyak pulsa yang sudah tertelan, berapa banyak duit yang sudah melayang hanya untuk sekedar meyakinkan semua kader bahwa diri calon tersebut layak untuk maju menjadi calon SEMA.

Kamis, 09 Desember 2010

SEMINAR&AUDIENSI


Hari ini, Kamis, 09 Desember 2010 saya mengikuti dua agenda yang menurut saya penting untuk ditulis, pertama, saya mengikuti seminar sehari yang diadakan oleh Lembaga Kajian Agama Dan Filsafat (eL-KAF) bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Tafsir Hadits Fakultas Ushuludin IAIN Sunan Ampel Surabaya. Mengangkat tema “Trans-Nasionalisme: Harapan dan Tantangan (Reaktualisasi Nasionalisme Indonesia pada Era Globalisasi)”. Kedua, saya mengikuti audiensi dengan salah satu penentu kebijakan champus IAIN Sunan Ampel Surabaya, Bapak Prof.Dr. Saiful Anam, M.Ag (Pembantu Rektor 3) dan Bapak Prof.Dr. Abd. Haris, M.Ag (Pembantu Rektor 2) atas kebijakan penutupan pintu belakang champus IAIN Sunan Ampel Surabaya yang sudah tertutup sejak beberapa hari yang lalu.

Rabu, 08 Desember 2010

EKSPEDISIKU


Surabaya-Medan
Pagi yang hening kulangkahkan kakiku untuk menghilangkan kantuk kekamar mandi, disini kutermenung sejenak, melepas kencing yang semalam tertahan. Ah….usai sudah kuberkencing, kulanjutkan dengan berwudu’ kemudian kudirikan sholat malam (isya’ dan Tahajud) yang kadang-kadang kulakukan ini dikala mampu melawan malas. Dalam doa kuteringat bahwa hari ini (Minggu, 14 Nopember 2010) kuterjadwal untuk terbang ke Medan, Sumatera Utara dengan maskapai Air Asia Qz 7610 Boarding Time 08.00 Seat: 27C. maksud terbangku ke Medan tak lain kecuali untuk melepas rindu dengan pahlawan hidupku, yaitu bapak tunggalku yang sudah 4 tahun meninggalkanku demi hidup dan masa depanku, dan keluargaku.

Rabu, 17 November 2010

Hari Raya Idul Adha 1431 H di Negeri Orang

Sejak dilahirkan kedunia, baru kali ini saya merasakan berhari raya di negeri orang. Jl. Rakyat Dusun 1 Tanjung Anom Kec. Pancur Batu Kab. Deli Serdang, Medan Sumatera Utara. itu alamat lengkap daerah yang kudatangi sejak Minggu, 14 Nopember 2010-Jum'at 19 Nopember 2010. hari-hari kulalui dengan penuh canda tawa, walaupun pada awalnya saya kurang kerasan di daerah ini, tapi karena jadwal kembalinya pesawat ke Surabaya tidak bisa dimajukan, maka dengan segala cara saya harus mencarikan solusi untuk menyulap ketidak kerasanku disini menjadi hari-hari yang penuh makna.

Jumat, 05 November 2010

IWAN FALS DAN KI AGENG GANJUR

Tidak seperti biasanya, Selasa, 02 Nopember 2010 IAIN Sunan Ampel Surabaya kedatangan tamu Iwan Fals dan Ki Ageng Ganjur. Kunjungan Akbar yang menurut Iwan Fals adalah kunjungan yang ke-26 ke pesentren-pesantren di Indonesia. Konser yang mengangkat tema “Perjalanan Spritual Iwan Fals bersama Ki Ageng Ganjur di Pesantren IAIN Sunan Ampel Surabaya” ini juga dihadiri oleh wakil Gubernur Jawa Timur (Syaifullah Yusuf) menjadi satu dari sekian banyak konser yang saya datangi untuk daerah Surabaya dimulai dengan Istighastah. Unik dan benar-benar berbeda dari konser-konser lainnya. Lagu-lagu yang dibawakan kang Iwan (sapaan akrab Iwan Fals) sangat mengenak dan penuh makna yang mendalam untuk kondisi Indonesia masa kini. Beberapa lagu kang Iwan yang terekan di benak saya:

Senin, 25 Oktober 2010

PLURALISME

Tiga hari setelah wafatnya Abdurrahma Wahid (Gusdur), Ketua PBNU yang waktu itu masih dijabat oleh KH. Hasyim Muzadi mengatakan “Pluralisme yang diperjuangkan NU adalah prluralisme sosiologis, bukan Pluralisme teologis”. Hal tersebut tak lekang dari wacana pluralisme yang dikembangkan oleh kiai, pahlawan, sekaligus tokoh yang menurut banyak orang sebagai Bapak pluralisme Indonesisa tersebut. Kembali kepada pernyataan Hasyim Muzadi diatas, pluralisme hanya cukup dalam tatanan sosiologis, tidak dalam tatanan teologis. Pemaknaan pluralisme; bisa dilihat dari dua pemaknaan;

Rabu, 18 Agustus 2010

KEMERDEKAAN DI INDONESIA

Sejak kemarin, 17 Agustus 2010 ‘kemerdekaan’ di negeri masuk pada hitungan yang ke-65 tahun, banyak capaian yang telah, sedang, dan akan tercapai untuk membangun negeri ini dari ketertinggalan dan keterpurukan.
Kemerdekaan dinegeri ini masih belum menghapus kemiskinan, kebodohan, keterpurukan yang tambah hari mengalami peningkatan. Banyak terobosan yang telah dilakukan oleh sebagian warga negeri ini untuk menghapus segala ketidak adilan, kebodohan, dan keterpurukan. Tapi kenapa upaya tersebut justru berbanding terbalik dengan harapan dan keinginan. Hal ini pasti ada yang salah dan menuntut kita bersama untuk mengkaji ulang atas tindakan yang dilakukan oleh para pendahulu kita dalam membangun negeri ini.

Kamis, 12 Agustus 2010

Aku dan Perjalananku

"Lakukanlah apa yang bisa dilakukan sekarang, sebelum semuanya berubah menjadi penyesalan"
Hari ini, Agustus 2010 adalah hari ke-2 kegiatan Orientasi Study Cinta Akademik dan Almamater OSCAAR Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya dibawah kepemimpinan saya berjalan sukses. Klimaksnya akan di tentukan hari esok.

Kamis, 20 Mei 2010

MIMPI DEMOKRASI

Kami Tidak Sepintar Anda, Tapi Kami Hanya Punya Semangat Untuk Menciptakan Indonesia Demokratis.
(Sherly Doornis)

Tulisan ini sebagai refleksi dari diskusi dan lounching kumpulan cerita pendek : “Cerita Tentang Rakyat Yang Suka Bertanya”. Nara sumber Masdar Hilmy, MA., PHD. (Dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya), Prof. Budi Darma, MA., PHD. (Guru Besar Emiritus UNESA), Sherly Doornis (Deputi Derektur Advokasi Lembaga Kajian Demokrasi Dan Hak Asasi [Demos]), Lan Fang (Novelis).

Demokrasi, sebagaimana dicita-citakan banyak negera, termasuk Indonesia, dianggap salah satu system dari banyak system pemerintahan yang layak untuk dikembang suburkan disebuah Negara. Cerita tentang rakyat yang suka bertanya, sebagaimana dimaksudkan oleh Sherly Doornis untuk mengugah kesadaran rakyat Indonesia bahwa Negara ini menganut system demokrasi yang, menuntut rakyat untuk ‘bawel’ terhadap kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Rakyat, sebagaimana diungkapkan Masdar Hilmy, tak ubahnya sapi yang di controng hidungnya dan diarahkan se-kehendak pemiliknya. Dalam artian, rakyat, yang idealnya didalam demokrasi ditempatkan setinggi-tingginya justru yang terjadi sebaliknya. Kerena posisi seperti itulah sebenarnya dipandang penting untuk melakukan pendidikan kritis melalui karya sastra kepada rakyat Indonesia, sebagai maksud bahwa demokrasi pada idealnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan tidak saling mengorbankan.

Minggu, 28 Maret 2010

DESKRIPSI EKONOMI KAPITALIS DAN SOSIALIS

Ekonomi Kapitalis

Faham ekonomi ini digagas oleh Adam Smith melalui bukunya yang menumental ‘An Inquiry into the nature and causes of the wealt of nation’. Ia menorehkan gagasan yang berciri umum ‘liberal’. Dengan semboyan khasnya laisser aller, laisser passer’. (bebas berbuat dan bebas bertindak). Pemikiran ini sebagai kritik talak terhadap faham ekonomi markantilisme[1] yang sangat didominasi oleh peran Negara. Dalam dunia nyata, kapitalisme memang tidak memiliki bentuk yang tunggal. Ia memiliki ragam yang tidak selalu sama ditiap Negara yang menerapkan faham ini. Pendevinisiannya dari Negara maju-berkembang sangat vareatif, Sehingga kemugkinan tidak murninya pemikiran yang digagas oleh Adam Smith bisa terjadi. Capital menjadi titik sentral dari perputaran kegiatan ekonomi[2], yang menyebabkan sulitnya pendevinisian atas faham ekonomi kapitalisme itu sendiri. Beberapa konsep penting yang menjadi pilar bagi ekonomi konvensional, khususnya kapitalisme, yaitu : rational economic man[3], positivism[4], dan say’s law[5]

Rabu, 03 Maret 2010

MAULID NABI ADALAH SEBUAH TRADISI

Maulid Nabi adalah sebuah tradisi, sholawat untuk nabi menjadi anjuran ilahi. Sebagian ummat islam pada tanggal 12 Robiul Awal meengadakan peringatan untuk mengenang perjuangan, pengorbanan, kesuksesan, dan seabrak capaian yang nyaris tidak ada celah atas sayyidina Muhammad SAW.

Terlepas dari yang pro dan kontra, percekcokan maulid nabi, menurut pengamatan saya, hanya berputar-putar dalam ranah budayanya, bukan anjuran sholawatnya. Untuk sholawat tidak satupun yang mempermasalahkan, tapi perayaan kelahiran atas orang disholawatkan itulah menimbulkan faham setuju dan tidak setuju. Memang tidak satupun ditemukan anjuran hadits maupun Al-Quran untuk merayakan hari kelahiran nabi, tapi sebagian orang yang cinta pada nabi mengekpresikan kecintaannya dalam bentuk perayaan maulid nabi. Ekpresi kecintaan itulah yang sampai sekarang tidak bisa dihilangkan karena banyak orang menilai tidak menimbulkan ke Mudharatan. Justru menurut orang yang sepakat pada perayaan maulid nabi semakin menumbuhkan kecintaan kita pada sosok nabi akhir ummat manusia dimuka bumi.

Sejauh maulid nabi yang saya temui, tidak menemukan perayaan ini dekat pada kemusrikan, perasaan cinta yang berlebihan dan tudingan-tudingan orang yang kontra pada kegiatan ini. Justru dalam kegiatan-kegiatan Maulid Nabi inilah saya banyak mengenal kepribadian, keberhasilan, kesuksesan dan seabrak capaian mengagumkan yang tak satupun manusia selain dirinya dapat menandingi. Entah didaerah lain kemasan dalam memperingati hari lahirnya kanjeng nabi seperti apa, saya kurang tahu.

Orang yang pro dan kontra pada peringatan ini, pasti melihat dari sudut pandang yang berbeda. Sejauh yang saya ketahui, salah satu alasan pihak yang kontra, menuding perayaan maulid nabi termasuk ungkapan rasa cinta berlebihan pada nabi. Memang disetiap moment perayaan yang saya ketahui, orang yang pro pada kegiatan selain bersholawat juga membaca syair-syair ungkapan cinta pada nabi. Disisi lain, pihak yang pro selain mengungkapkan rasa cinta pada nabi dengan bersama-sama juga bisa menyambung tali silaturrahim antara keluarga, sanak famil dan tetangga sekitar yang juga mau merayakan hari kelahiran nabi.

yach… semua itu saya kembalikan kepada setiap diri seseorang yang juga berhak menilainya. Yang penting dari keberagaman sudut pandang mengenai apa saja, termasuk maulid nabi jangan sampai menciptakan ketidaktentraman apalagi permusuhan diantaraa sesama manusia, khususnya masyarakat muslim yang justru mempermasalahkannya.

Antum A’lamuu biumuuri dunyaakum……

Terlepas dari yang pro dan kontra terhadap perayaan maulid nabi, sosok kepribadian nabi, tetap menjadi suriteladan yang relavan sampai sekarang……

MAULID NABI; SEBAGAI BUDAYA

Maulid Nabi, sebagaimana yang saya kenal sejak lahir kebumi, adalah perayaan yang kata orang memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap bulan Robiul Awal , dimana diperayaan tersebut saya dipertemukan dengan suguhan beragam buah-buahan yang sudah matang dan segar. Masih kata orang, sebelum Nabi Muhammad dilahirkan, tanah arab yang menjadi tempat kelahiran nabi, gersang dan tandus, tumbuhan mengering tidak berbuah. Dan berkat kelahiran nabi itulah, semua berbanding terbalik. Maka buah-buahan yang disuguhkan pada perayanaan maulid nabi salah satunya sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang memberikan nikmatnya dengan perantara lahirnya nabi Terahir. Itu pengetahuan awal saya 15 tahun lalu yang saya dapatkan dari cerita-cerita guru ngaji saya di kampung halaman.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP