Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Senin, 25 Oktober 2010

PLURALISME

Tiga hari setelah wafatnya Abdurrahma Wahid (Gusdur), Ketua PBNU yang waktu itu masih dijabat oleh KH. Hasyim Muzadi mengatakan “Pluralisme yang diperjuangkan NU adalah prluralisme sosiologis, bukan Pluralisme teologis”. Hal tersebut tak lekang dari wacana pluralisme yang dikembangkan oleh kiai, pahlawan, sekaligus tokoh yang menurut banyak orang sebagai Bapak pluralisme Indonesisa tersebut. Kembali kepada pernyataan Hasyim Muzadi diatas, pluralisme hanya cukup dalam tatanan sosiologis, tidak dalam tatanan teologis. Pemaknaan pluralisme; bisa dilihat dari dua pemaknaan;
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP