Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Kamis, 17 November 2011

TOKOH INSPIRATIF DARI JAWA TIMUR


                  Judul             : INDONESIA; Habislah Gelap, Terbitlah   Terang
                                        Kisah Inspiratif Dahlan Iskan
                      Gaya Wartawan Mengelola Kelistrikan 
Editor           : Ishadi, S.K.
Penerbit        : B-Firs (PT. Bintang Pustaka)
Cetakan        : 2011
Tebal            : 106 Hal
ISBN            : 978-602-8864-44-2


Dahlan Iskan; Tokoh inspiratif dari Magetan Jawa Timur ini, dan terkenal dengan sebutan ‘raja media’ dari daerah ini layak untuk diperbincangkan karena capaian prestasinya yang luar biasa, dan sudah menginspirasi banyak orang. Buktinya, yang mengagumi atas prestasi beliau tidak hanya dari kalangan masyarat ‘atas’, tapi juga masyarakat ‘bawah’ banyak yang kagum padanya. Tulisan tentang beliau banyak kita temui. Dimedia massa, cetak maupun elektronik, sekarang ‘sedang rame-rame’nya membincangkan tentang beliau. Buku yang penulisanya diprakarsai oleh Ishadi, S.K., seorang komisaris trans TV dan trans7 ini,

Senin, 10 Oktober 2011

AJARAN DAN TRADISI DALAM BERAGAMA


Hidup dilingkungan masyarakat yang mayoritas muslim mempunyai nilai yang lebih bagi sebagian orang, termasuk saya. Sejak saya lahir kedunia, saya sudah dikenalkan kepada Tuhan Islam, telinga kanan saya, dikumandangkan Adzan, dan ditelinga kiri saya dikumandangkan iqamah. Sejak saat itu saya di-islam-kan oleh orang tua saya. Perjalanan terus berlanjut, keseharian saya langsung dipenuhi oleh ajaran, tradisi yang bercorak agama islam. Sejak kecil, saya sudah dikasih ‘makan’ doktrin agama yang bercampur tradisi yang berkembang, sehingga saya pada waktu itu tidak sadar, mana ajaran dan mana tradisi. Semua diikuti tanpa penolakan sedikitpun, kerana juga ditanamkan, bila mana saya enggan melaksanakan ajaran yang bercampur tradisi tersebut, ancamannya adalah neraka, neraka waktu itu, digambarkan sebagai tempatnya orang-orang yang ingkar dan tidak mau melaksanakan ajaran yang bercampur tradisi tersebut. Neraka paling beruknya tempat, terdiri dari api yang membara, dan binatang buas yang siap memangsa. Pokoknya waktu itu saya dibikin ngeri dan takut. Sehingga saya melaksanakan ajaran agama yang bercampur tradisi tersebut tampa banyak mempertanyakan lagi karena agar tidak masuk neraka. Hahaha, begitu kira-kira masa lalu saya dalam beragama.

Kamis, 18 Agustus 2011

KEMISKINAN DESA

Ramadhan kali ini, saya pulang dari Surabaya pada tanggal 13 Agustus 2011 yang juga kebetulan berbarengan dengan 13 Ramadhan 1432 H. hari-hari telah kulalui, sampai tulisan ini ditulis (Kamis, 18 Agustus 2011), saya tertarik untuk menulis suasana desa dalam bulan Ramadhan kali ini. Ramadhan kali ini juga berbarengan dengan suasana panen tembakau yang menjadi satu pengharapan terbesar pendapatan masyarakat desa yang bertani. Kebiasaan yang akan tetap saya dukung, yaitu kebiasaan gotong royong yang tetap melekat kuat dalam diri masyarakat desa menjadi cerminan bahwa semangat kebersamaan masyarakat desa masih sangat kuat. Gotong royong yang ‘tanpa’ pamrih ini, seakan menjadi jawab, bahwa terpaan kemiskinan yang terencana, mengangkat solidaritas masyarakat desa untuk saling membantu dalam mengentaskan ‘kesusahan’ hidup yang dihadapinya. Susah, ya, masyarakat desa memang disengaja untuk tetap susah, dalam arti sempit, walaupun pengorbanan waktu, tenaga sudah tidak kenal waktu dan lelah, masih banyak yang memanfaatkannya. Istilah kerennya ‘memeras susu dari sapi yang sudah jelas kurus kering krempeng’ alias, kondisi kemiskinan dan kesusahan masih menjadi ladang dalam ajang pemerasan oleh sekelompok orang.

Selasa, 21 Juni 2011

INDONESIA BERDUKA ATAS BERPULANGNYA PAHLAWAN DEVISA


Hari ini, Selasa 21 Juni 2011 media Nasional memberitakan hukuman pancung atas Ruyati Binti Satubi, TKI asal Bekasi, Jawa Barat. berdasarkan pemberitaan Kompas, Selasa, 21 Juni 2011, bahwa Ruyati dijatuhi hukuman pancung atas tuduhan pembunuhan ibu majikannya Khairiyah Hamid (64) di Arab Saudi. Akan kasus ini, Pemerintah kembali disalahkan. Ada yang berkomentar, pemerintah diplomasinya lemah, pemerintah sengaja menelantarkan warga negaranya dengan mengirim warga negaranya menjadi TKI sebanyak-banyaknya tanpa diimbangi dengan prosedur keamanan yang memadai, dan banyak lagi komentar yang tak mungkin satu persatu saya sebutkan.

Minggu, 22 Mei 2011

SAYA 'KALAH'

*Marlaf Sucipto
Haha, hari ini (Sabtu, 21 Mei 2011) saya mengikuti Rapat Tahunan Akhir Rayon (RTAR) PMII Rayon Syariah Komisariat Sunan Ampel Cabang Surabaya. Saya mengikuti acara ini sejak jam 08:30-22:50. Bagi saya, tergolong lama dan melelahkan. Pertemuan yang sengaja mengodok tentang aturan pokok Rayon untuk periodesasi 2011-2012 tergolong lama tapi tidak berbobot. Kenapa saya berani katakan tidak berbobot?, karena dari setiap persidangan yang berlangsung, tidak ada kejelasan catatan perubahan yang dicatat oleh sekretaris sidang, parahnya dari setiap selesai persidangan, dimungkinkan dari masing-masing sekrataris sidang, tidak mengamankan, malah ada yang tidak mencatat terhadap hasil persidangan. Hahaha, tapi saya salut pada proses pengodokan draft RTA Rayon 2011 ini, karena telah dilalui dengan diskusi panjang dan argumentasi yang cukup menukik. Tapi, sayang beribu sayang, semua hasil diskusi dan perdebatan itu lenyap bersama waktu yang sudah berlalu.

Selasa, 17 Mei 2011

HARI WAISAK 2555


Hari ini (Selasa, 17 Mei 2011), kaum Budi’s merayakan hari raya waisak yang 2555 2011. Perayaan ini dimaksudkan untuk mengenang ajaran sang pencetus agama budi’s yang ajarannya saat ini sudah mendunia. Sinddharta Gautama menjadi panutan layak yang sampai saat ini ajarannya penting untuk tetap dipertahankan. Demi kemaslahatan dan perdamaian. Hari raya ini juga menjadi hari libur nasional, karena saking ‘hormatnya’, hari sebelumnya (Senin, 16 Mei 2011) yang mestinya menjadi hari aktif, diputuskan oleh pemerintah menjadi hari cuti bersama. Walaupun keputusan itu terkesan mendadak (diputus pada Jumat, 13 Mei 2011).

Minggu, 06 Maret 2011

SARJANA DAN PENGANGGURAN

Sarjana; pemaknaan singkatnya adalah seseorang yang sudah menyelesaikan study dijenjang S1, sedikit orang yang punya kesempatan untuk melanjutkan kejenjang study ini, kecuali orang-orang yang ‘beruntung’. Pemahaman umum, ketika sudah sarjana, seorang tersebut sudah cukup ilmu dan pengalaman yang bisa dijadikan bekal awal untuk menjawab persoalan hidup yang akan dihadapi dalam dunia nyata. Pertanyaanya, kenapa masih banyak sarjana yang menganggur, bahkan malah berkontribusi terhadap rusaknya moral, carut marutnya suasa politik dan ekonomi, bahkan kekerasan atas nama agamapun sering dimobilisir oleh mereka yang notabene pernah menjadi mahasiswa?. Siapa yang salah? Apakah harus ada yang disalahkan, kalau begitu, siapa kira-kira yang salah?

Sabtu, 26 Februari 2011

POLEMIK SOAL AHMADIAH

Persoalan implisit, dalam konteks keyakinan agama islam yang sudah dianggap final adalah, bernabi Muhammad SWT sebagai nabi terakhir, berkitab al-Quranul Karim dengan bahasa Arab, dan bertanah suci satu yaitu Mekkah al-Mukarromah. Keyakinan final ini kembali terusik setelah ada keyakinan baru, yaitu: munculnya nabi baru yang bernama Mirza Ghulam Ahmad, berkitab Tadzkirah dengan lima bahasa, dan bertanah suci Qadian dan Rabuah India.

Kamis, 27 Januari 2011

MENGGUGAT SUARA YANG TAK TERJAWAB

Marlaf Sucipto*
60 hari yang lalu, tapatnya Kamis, 09 Desember 2010, kami melakukan audiensi dengan Bapak Prof. Dr. Syaiful Anam, M. Ag., Prof. Dr. Haris, M. Ag., dan Dr. H. Priyo Handoko, SS, SH, M.Hum. terkait keputusan penutupan pintu belakang IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Audiensi yang sebelumnya dijadwalkan jam 09.00 Wib sedikit molor hingga benar-benar trealisir pada jam 09.45 Wib. hal tersebut tak lain sebagai tindak lanjut dari aksi damai yang dilakukan satu minggu sebelumnya terkait persoalan yang sama.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP