Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Senin, 10 Oktober 2011

AJARAN DAN TRADISI DALAM BERAGAMA


Hidup dilingkungan masyarakat yang mayoritas muslim mempunyai nilai yang lebih bagi sebagian orang, termasuk saya. Sejak saya lahir kedunia, saya sudah dikenalkan kepada Tuhan Islam, telinga kanan saya, dikumandangkan Adzan, dan ditelinga kiri saya dikumandangkan iqamah. Sejak saat itu saya di-islam-kan oleh orang tua saya. Perjalanan terus berlanjut, keseharian saya langsung dipenuhi oleh ajaran, tradisi yang bercorak agama islam. Sejak kecil, saya sudah dikasih ‘makan’ doktrin agama yang bercampur tradisi yang berkembang, sehingga saya pada waktu itu tidak sadar, mana ajaran dan mana tradisi. Semua diikuti tanpa penolakan sedikitpun, kerana juga ditanamkan, bila mana saya enggan melaksanakan ajaran yang bercampur tradisi tersebut, ancamannya adalah neraka, neraka waktu itu, digambarkan sebagai tempatnya orang-orang yang ingkar dan tidak mau melaksanakan ajaran yang bercampur tradisi tersebut. Neraka paling beruknya tempat, terdiri dari api yang membara, dan binatang buas yang siap memangsa. Pokoknya waktu itu saya dibikin ngeri dan takut. Sehingga saya melaksanakan ajaran agama yang bercampur tradisi tersebut tampa banyak mempertanyakan lagi karena agar tidak masuk neraka. Hahaha, begitu kira-kira masa lalu saya dalam beragama.

Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP