Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Senin, 31 Desember 2012

REFLEKSI AHIR TAHUN


Pertengahan malam nanti, pergantian tahun 2012-2013 akan terjadi. Pasti terjadi. Kecuali ramalan kiamat yg ditaksir pada 21 Desember 2012 oleh kalender kaum maya bakal terjadi menjelang detik 00:00 nanti. Perayaan tahun baru saya kenal dikota. Terlebih setelah saya berada dikota terbesar ke-2 di Indonesia ini. 4x sudah saya turut terlibat dengan mengelegarnya bunyi trompet, macetnya jalan, menbludaknya mall, sesaknya tempat hiburan dan seabrak kasak-kusuk kota yg bikin banyak orang stres.

Jumat, 07 Desember 2012

SERTIFIKASI ULAMA’?!



Isu ini mengelinding begitu saja ditengah masyarakat. Ada yang pro, kontra, bahkan tidak sedikit yang apatis atas isu tersebut.

Yang berpendapat pro, rata-rata karena, kata ulama’ mudah diklaim oleh siapapun tanpa ditopang oleh basic keilmuan yang kuat. Tidak hanya sekedar itu, permusuhan, pertikaian, dan segala cikal bakal distruk dikawal oleh orang yang tidak sedikit menyatakan dirinya adalah ulama’. Oleh sebab itu, penting sertifikasi ulama’ itu diadakan untuk melindungi masyarakat dari propaganda distruk yang kerap kali dikawal oleh orang yang mengatasanamakan ulama’.

Kamis, 29 November 2012

SYIAH SESAT, BENARKAH!?



Mengawali tulisan ini, saya tidak bermaksud untuk kembali menumbuhkan perseteruan antara yang pro dan kontra terhadap ajaran syiah. Tapi lebih karena untuk menuangkan bebarapa pemikiran pribadi setelah mengetahui, mempelajari tentang isu-isu syiah yang kembali menjadi perbincangan hangat ahir-ahirnya ini. Sampai Majelis Ulama’ Indonesia (MUI) Jawa Timur-pun mengeluarkan fatwa dan keputusan terkait ajaran tersebut.

Selasa, 20 November 2012

ANDAI AKU JADI PRESIDEN INDONESIA


67th umur Indonesia merdeka. kemerdekaan direpublik ini telah melahirkan enam presiden. Dari sekian presiden yang lahir, sudah berbuat, bertindak dengan segala upaya dan cara dalam menyelesaikan masalah dari setiap masa yang tetap terus berlanjut.
Pada masa presiden Soekarno, penjajahan fisik secara de jure berahir. Walaupun tidak sedikit ditemui dan dirasakan, sampai ditahun 1950-an, penjajah tetap melakukan penjajahannya dengan modus dan operandi yang mulai ‘cantik’. Cantik dalam arti, setiap keputusan yang dibuat, dan tindakan yang dilakukan oleh masyarakat dunia tidak dianggap penjajahan dan tidak perlu mendapat kecaman. Walaupun keputusan dan tindakan penjajah waktu itu, substansinya adalah penjajahan. Tidak percaya?, baca lagi sejarah!.

Jumat, 16 November 2012

PESANTREN


Hari ini, Kamis, 15 November 2012 saya hadir dalam sebuah diskusi yang helat oleh Ikatan Mahasiswa Sumenep (IKMAS) di Surabaya. Diskusi tersebut mengangkat tema “PESANTREN”. Dari sekian dialektika yang terbangun dalam menbincang pesantren, teman-teman punya pemahaman sendiri-sendiri dan punya sudut pandang yang beragam. Rata-rata, dipengaruhi oleh kitab, buku yang membahas tentang pesantren, dan pengalamannya selama nyantri di Pondok pesantren. Pesantren dikomentari sesuai dengan sudut pandang dan pemahamannya masing-masing.

Rabu, 14 November 2012

REFLEKSI HARI PAHLAWAN


(Upaya Memaknai Hari Pahlawan Untuk Indonesia Kini)
Saya baru menulis tentang pahlawan 3 hari setelah hari pahlawan itu dihelat. Kenapa?, karena sewaktu mau menulis tentang pahlawan otak saya masih miskin pengetahuan terkait hari bersejarah tersebut. Setelah baca Koran Kompas, Jawa Pos, Majalah Tempo, dan beberapa media lain yang dua hari terahir memang membahas tentang hari Pahlawan, maka detik ini saya memberanikan diri untuk turut menyumbangkan pokok pikiran terkait agenda tahunan tersebut.

Rabu, 24 Oktober 2012

IBADAH HAJI; IBADAH WAJIB SEKALI, BUKAN BERKALI-KALI

Sekarang adalah bulan Haji, di mana umat muslim sedunia yang mampu, berduyun-duyun ke tanah suci Mekkah al-Mukarromah dan Madinah al-Munawwaroh untuk melaksanakan Ibadah Haji, Ibadah Wajib sekali bagi umat muslim yang mampu. Mampu secara fisik, psikis, dan bekal untuk sampai ke tanah suci.

Selasa, 23 Oktober 2012

BERBEDA OKE, BERTENGKAR NO



*Marlaf Sucipto
Apa yang salah dalam pribadi kita, sehingga jika ada yang berbeda kita bertindak beringas dan mempergunakan hukum rimba. Apa yang salah dalam pribadi kita, sehingga bila ada yang tidak sejalan dengan kita dalam memahami agama kita sikat habis mereka. Ada apa-ada apa?

Pertanyaan diatas merefleksi dari acara dialog yang diselenggarakan oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Ushuludin, PMII Rayon Ushuludin, dan Ikatan Mahasiswa Bata-Bata (IMABA) yang rencana awal diletakkan di Auditorium IAIN Sunan Ampel gagal karena tidak diperbolehkan secara mendadak oleh IAIN Sunan Ampel. Ahirnya, acara tersebut diletakkan di Aula serba guna Fak. Ushuludin IAIN Sunan Ampel.

Sabtu, 29 September 2012

OSCAAR SYARIAH PARIPURNA

*Marlaf Sucipto
Panitia Orientasi Study Cinta Akademik dan Almamater (Oscaar)  Tahun 2012 Senat Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya berjalan sebagai rencana.

Berjalan sebagaimana rencana, maksudnya adalah segala agenda yang telah dirancang oleh panitia dan telah dilaporkan kepada saya benar-bemar bisa dijalankan dengan baik. Walau, dalam pertengahan perjalanan kepanitiaan dulu, panitia pelaksana teknis harus memeras keringat, meneteskan air mata, demi suksesnya kegiatan Oscaar 2012.

Selasa, 25 September 2012

HARI INI, HARI YANG SPESIAL UNTUK KITA

*Marlaf Sucipto
Hari ini, Senin, 24 September 2012, Senat Mahasiswa (SEMA) Fakultas Syariah menyelenggarakan Entrepreneurial Motivation “Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Muda Madiri” dengan Narasumber Bapak Koerussalim Ikhs. (Presiden Directur Entrepreneur DKI Jakarta) Dilaksanakan di Gedung Auditorium Fakultas Syariah mulai jam 08:00-16:00 Wib. Acara ini secara husus saya helat untuk Mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel. Acara inipun juga disiapkan lebih matang dan lebih husus dari agenda SEMA yang lain.

Sabtu, 22 September 2012

SELAMAT; ATAS TERPILIHNYA SANG PUTRA SUMEKAR


*Marlaf Sucipto
Rotasi kepemimpinan dalam suatu organisasi, adalah suatu yang harus! Jika tidak, perjalanan organisasi tersebut tidak bisa berjalan sehat dan maksimal. Untuk mewujudkan agar suatu organisasi tersebut bisa berjalan sehat dan maksimal salah satunya adalah dengan dilaksanakannya peralihan kepemimpinan dalam suatu organisasi. Pemimpin, adalah penentu utama sebuah organisasi. Besar kecilnya tantangan yang akan dihadapi oleh organisasi, perlu peran lincah pemimpinnya dalam menciptakan solusi. Baik melalui sikap maupun tindakan yang akan dilakukan.

Kamis, 20 September 2012

MAKNA KERAPAN SAPI BAGI ORANG MADURA


Kerapan Sapi, adalah entitas khusus budaya masyarakat Madura. Budaya ini tidak dimiliki oleh daerah lain. Bahkan didunia sekalipun, satu-satunya kerapan sapi hanya ada di Madura.

Sapi kerapan, hanya sapi asli Madura. Sapi Madura punya ciri khas tersendiri dan tidak sama dengan sapi diluar Madura. Sapi Madura lebih liar, lebih bringas, lebih sangar, ketimbang sapi luar Madura. Maka disitulah, salah satu alasan warga Madura dalam menyelenggarakan kerapan sapi.

Jumat, 17 Agustus 2012

KEMERDEKAAN INDONESIA YANG KE-67th


Berbangga hatilah kita sebagai warga Indonesia, umur kemerdekaan republik ini sudah tergolong tua. 67th kita sudah merdeka. Merdeka dari penjajahan fisik bangsa asing. Merdeka dari kesewenang-wenangan negeri lain. Merdeka dari segela tindakan yang memperbudak penduduk negeri sebagaimana telah dilakukan Jepang dimasa penjajahan. Dan yang paling penting merdeka karena kebebasan berserikat, berpendapat, memeluk agama sesuai dengan keyakinan masing-masing, menentukan sikap atas nasib diri sendiri dan orang lain menuju keadilan sosial dan kesejahteraan hidup berbangsa dan bernegara.

Minggu, 29 Juli 2012

KEMENANGAN ABD A’LA SEBAGAI REKTOR IAIN SUNAN AMPEL

Dalam sidang pemilihan rektor, Kamis, 26 Juli 2012, Prof. Dr. Abd. A’la, MA. mendapatkan suara paling banyak dari dua calon rektor yang lain. Beliau, walaupun mendapatkan suara paling banyak, masih ‘belum tentu’ menjadi rektor sah IAIN Sunan Ampel. Merujuk pada bunyi STATUTA IAIN Sunan Ampel Tahun 2008 Bab V tentang organisasi, bagian kelima, senat, pasal 24 bagian f, dijelaskan “Senat mempunyai tugas memberikan pertimbangan atas calon rektor yang diajukan kepada menteri untuk diangkat oleh Presiden Republik Indonesia menjadi Rektor”. Dari penjelasan diatas, presiden, sangat mungkin melalui menteri Agama mengankat calon lain yang dianggap lebih baik dan lebih sreg ketimbang Abd. A’la sebagai rektor terpilih dikalangan anggota senat institut. Bisa jadi, salah satu dari dua calon rektor lain yang dipilih.

Kamis, 26 Juli 2012

MENYAMBUT PEMILIHAN REKTOR IAIN SUNAN AMPEL YANG 'MESTERIUS'

Ditengah polemik RUU pendidikan tinggi, IAIN Sunan Ampel akan menghelat acara pemilihan rektor (pilrek) yang hanya ada 5th sekali. Dari informasi yang beredar dan tidak jelas sumbernya, pilrek dilaksanakan 19 Juli 2012, dan 26 Juli 2012. sampai tulisan ini ditulis (20 Juli 2012), tidak ada tanda-tanda pilrek itu dihelat. Yang pasti, pilrek dalam waktu dekat akan dihelat, Cuma waktu pilrek tersebut hanya orang tertentu yang tahu, itupun semuanya sangat mungkin ‘dikondisikan’ agar tidak memberitahukan kepada masyarakat umum. Termasuk kepada mahasiswa dan dosen IAIN Sunan Ampel sekalipun. Entah apa tujuannya, semoga dibalik ini ada maksud baik untuk masa depan IAIN Sunan Ampel.

MARHABAN YA RAMADHAN

Tanpa terasa, Ramadhan 1433 H kembali datang, bulan yang penuh berkah dan ampunan ini menjadi momentum yang pas untuk memberbaiki diri menjadi lebih baik dan lebih berkualitas. Keseharian kita yang bergelimang dosa, baik dosa kepada Allah dan kepada manusia, saatnya dimintai ampun dan memohon agar perjalanan hidup selanjutnya selalu dalam bimbingan dan ridha-Nya. Dalam hal apapun. Baik dalam hubungan kita dengan manusia dan yang lainnya.

Selasa, 03 Juli 2012

ISRO’ MI’ROJ; SUATU PERJALANAN NABI YANG MENAKJUBKAN

Isro’ Mi’roj (IM) adalah peristiwa luar biasa yang hanya terjadi sekali sejak kehidupan ini ada sampai sekarang. Peristiwa ini, dijelaskan secara umum dalam al-Quran surah al-Isra’-17:1, dan dijelasakan secara rinci oleh salafus as-sholeh melalui kitab-kitab mu’tabarah yang banyak dijumpai disekitar kita. Tidak ketinggalan ulama’ masa kini juga banyak yang menjelaskan tentang peristiwa agung tersebut. Semisal Agus Musthafa, melalui serial tasawuf modern-nya. Banyak orang telah menjelaskan IM dari sudut pandangnya masing-masing dan atas dasar ilmunya masing-masing. Pemahamaan umum yang ada dan sering kita jumpai bahwa, IM adalah peristiwa agung dimana Rosul Muhammad akan menerima perintah sholat secara langsung dari Allah. Wahyu Allah yang lain, menurut banyak leteratur yang saya baca, cukup ‘dititipkan’ pada malaikat Jibril sebagai pengantar wahyu. Kenapa wahyu tentang perintah sholat tidak melalui melaikat Jibril, kok Allah mau menyampaikan perintah tersebut secara langsung kepada Nabi Muhammad?. Itulah misteri, dimana para ulama’ sejak dulu sampai sekarang hanya sampai dititik spekulasi dalam mengartikulasikannya. Bahkan ketika tim terbit bulletin ini meminta saya menulis tentang IM dalam konteks kekinian, saya kebingungan lantaran masih belum mampu menguak tragedi misterius tersebut. Kenapa saya katakan misterius, karena perjalanan nabi yang ditempuh dalam waktu semalam dari langit satu-ketujuh, dan beliau oleh banyak kitab mu’tabarah dijelaskan berjumpa, bertegur sapa, dan sempat sholat berjamaah dengan para nabi yang sudah mendahuluinya, menjadi hal yang tidak bisa dinalar oleh manusia. Kecuali diyakini sebagai wujud ketidak berdayaan hamba didepan Tuhannya yang maha segalanya.

Senin, 21 Mei 2012

REFLEKSI REFORMASI 1998

14th sudah, reformasi dinegeri ini digelorakan, dan 14th sudah, rezim yang dikatakan diktaror tumbang. Hari itu, setelah Presiden Soeharto menyatakan mundur dari kursi kepresidenan, hampir semua masyarakat Indonesia, lebih-lebih para reformis yang dimobilisir oleh mahasiswa dari Sabang-Mirauke, sorak sorai gembira, karena penguasa yang dianggap tidak pro rakyat, sudah digulingkan dan dimundurkan secara paksa atas kehendak rakyat. Hidup rakyat, hidup rakyat, hidup rakyat. Seakan, kemenangan benar-benar ditangan rakyat. Dan kekuasaan rakyat, berada diatas segalanya.

Jumat, 04 Mei 2012

ULANG TAHUN YANG KE-23

Kamis, 04 Mei 1989, jam 05:25 wib, saya dilahirkan dari seorang Ibu yang bernama Siti Nurhasanah. Ibu yang melahirkan tanpa pertolongan dokter dan dukun beranak ini pengorbanannya luar biasa dan mampu membesarkan sekaligus mendidik saya sampai sekarang diusia yang ke-23th.
Pada waktu saya lahir, kondisi keluarga saya jauh dari sempurna, dilihat dari kondisi masyarakat sekitar kampung saya. Aktifitas sehari-hari mayoritas masyarakat kampung saya adalah bertani, termasuk juga orang tua saya. Hasil pertanian dari ladang sendiri, sangat tidak cukup untuk kebutuhan makan satu musim didalam keluarga saya. Waktu itu, keluarga saya berjumlah empat orang, terdiri dari saya, Ibu, Bapak, dan Nenek. Bapak dan Ibu setelah menggarap lahan sendiri, untuk mendapatkan tambahan pendapatan harus menjadi ‘buruh’ diladang orang lain. Sedangkan nenek, membantu orang tua saya mencari rumput untuk makan sapi dan kambing. Pekerjaan ini terus menerus dilakukan sampai tahun 1995. 1996, Bapak saya mencoba berwirausaha tembakau, wirausaha ini hanya bertahan sampai tahun 1998, akibat krisis moneter pada tahun tersebut, bapak saya mengalami kebangkrutan, hingga pindah usaha menjual kramik pecah/rusak[1]. Hal ini dimulai dari lantai dasar rumah saya sendiri sebagai awal permulaannya. Karena warga sekitar banyak yang tertarik dengan lantai kramik pecah sebagaimana lantai rumah saya, maka banyak warga masyarakan yang ingin lantai rumahnya dilantai sebagaimana lantai rumah saya. Melihat hal ini, menurut Bapak adalah sebuah peluang untuk tetap men-gepul-kan asap dapur agar tetap me-ngepul. Usaha ini digeluti sampai tahun 2003.

Selasa, 28 Februari 2012

SAMSAT SUMENEP DAN KORUPSINYA

Beberapa waktu yang lalu, tepatnya di antara tanggal 23-25 Februari 2012, saya berurusan dengan Sistem Administrasi Satu Atap (Samsat) Kabupaten Sumenep. Tujuannya satu, bayar pajak kendaraan bermotor roda dua. Pada tanggal 23 Februari 2012, saya ke Samsat, tapi kantor tersebut sudah tutup. Sekedar lihat-lihat, beberapa menit kemudian, saya tancap gas pulang.

Tanggal 24 Februari 2012, saya kembali datang ke Samsat lebih pagi, di bagian informasi, saya tanya seputar pembayaran pajak. Dalam keterangan tersebut, karena Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak atas nama saya sendiri, oleh bagian informasi, saya disuruh untuk balik nama BPKB tersebut dengan atas nama saya sendiri. Salah satu prasyarat balik nama, harus ada KTP asli/identitas asli yang dilegalisir oleh pemerintah. Sedangkan KTP saya, masih dalam proses pengadaan di catatan sipil Kab. Sumenep. Akan hal tersebut, oleh bagian informasi, saya disuruh menggunakan Surat Izin Mengemudi (SIM), SIM-pun saya tidak punya. Ahirnya, saya disuruh menggunakan Kartu Keluarga (KK). Dengan cepat, saya pulang untuk mengambil KK. Balik lagi, ke bagian informasi dengan membawa KK, STNK, dan BPKB asli. Sebelum masuk, saya bertanya tentang pembiayaan balik nama, oleh bagian informasi, saya mendapat penjelasan, biayanya sekitar Rp. 500.000,-, dengan rincian:

1. Biaya Formulir 160 ribu rupiah
2. biaya Cek Fisik 20 ribu rupiah
3. Biaya BBN-KB dan PKB 320 ribu rupiah

Setelah penjelasan tersebut, saya langsung masuk ke ruang proses balik nama dilakukan. Di bagian pelayanan, saya sodorkan KK, STNK, dan BPKB asli dengan sampul map hijau sebagaimana petunjuk bagian informasi. Setelah dilihat-lihat, oleh bagian pelayanan, berkas yang saya sodorkan ditolak. Menurut bagian pelayanan, syarat wajib balik nama, harus menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau menggunaan SIM. Bila tidak punya, harus minta surat keterangan ke kelurahan setempat. Tanpa fikir panjang, saya pulang, dan pada 25 Februari 2012, saya datang lagi ke Samsat dengan berkas persyaratan sebagaimana petunjuk bagian pelayanan. Di bagian informasi saya jelaskan lagi, oleh bagian informasi, saya disuruh men-foto copy rangkap tiga berkas yang saya bawa ke bagian foto copy yang sudah tersedia di bagian samping Samsat. Setelah saya foto copy dengan biaya 15 ribu, saya menuju loket informasi, sampai di bagian informasi, saya langsung disuruh menuju ke bagian cek fisik, di bagian cek fisik, setelah berkas saya di-cek, saya masih diminta untuk membumbuhi foto pada lampiran surat keterangan dari kelurahan yang saya bawa, karena saya tidak punya foto, saya bergegas ke jantung kota untuk berfoto. Setelah berfoto, saya kembali ke bagian cek fisik dengan berkas yang sudah saya perbaharui sebagaimana petunjuk dan arahan petugas yang melayani. Setelah itu, saya langsung disuruh untuk gesek nomor mesin dengan instruksi: “Minta tolonglah kepada orang yang ada (disediakan) di luar”. Saya lakukan instruksi tersebut. Setelah cek fisik dilakukan, yang melakukan pengecekan berujar: “Seikhlasnya, Mas!”, tanpa banyak tanya, saya sodorkan 5 ribu. Setelah itu, saya ke bagian informasi, oleh bagian informasi, saya disuruh untuk menghadap kembali ke bagian cek fisik. Nah, di bagian cek fisik inilah saya langsung ditarik uang sejumlah 696 ribu rupiah. Saya bertanya: “Uang segitu untuk biaya apa saja, Pak, bukannya pembayarannya ke bagian sana (sambil menunjuk ke loket pembayaran), nanti saya minta rincian pembiayaannya!”, Bapak di bagian cek fisik menjawab: “Nanti rincian biaya tersebut akan saya berikan”. Setelah itu, saya keluarkan uang 700 ribu rupiah. Bapak tersebut berujar: “Tunggu beberapa saat lagi, STNK dan plat nomor baru Anda masih diproses”. Sambil minum kopi di warung sebelah, saya tunggu proses tersebut. 45 menit kemudian, saya datangi bapak di bagian cek fisik tadi. Benar. STNK dan plat nomor baru motor saya sudah selesai. Dari uang 700 ribu yang saya keluarkan, oleh bapak tersebut dikembalikan 50 ribu. Sedangkan rincian biaya sebagaimana saya minta, oleh bapak tersebut dibuatkan rincian dengan tulisan tangan. Saya terima STNK, plat nomor baru saya, dan rincian biaya yang ditulis tangan tersebut. Tidak lupa, saya saling tukar nomor handphone sebagai sarana komunikasi dalam memperlancar pengambilan BPKB motor saya, di mana BPKB tersebut, kata bapak di bagian cek fisik tadi, prosesnya membutuhkan waktu paling sedikit satu bulan.

Puncak Gunung Es
Pemerasan di atas, sudah terasa baunya sejak saya diminta men-foto copy STNK, BPKB dan beberapa berkas lain dalam prasyarakat pengurusan balik nama surat kendaraan bermotor saya. Pura-pura begok dan tidak melawan atas semua perintah menjadi salah satu cara saya untuk bisa tahu lebih dalam dan lebih jauh pada praktik kotor yang menggurita di Samsat Kab. Sumenep. Dari gerak-gerik orang yang dengan jelas memeras saya, berani saya katakan, 99 persen orang yang berada di Samsat Sumenep terlibat praktik tidak terpuji tersebut. Karena orang yang jelas tahu, dan pada waktu serah terima uang senilai 700 ribu dari saya kepada pihak pemeras tadi, hanya bisa diam. Padahal, orang di samping saya tersebut, seragamnya polisi. Orang pemeras tadi, bebas bergerilya ke sana kemari di dalam kantor tersebut, walau untuk sekedar basa-basi dengan beberapa temannya yang mungkin se-visi.

Perjalanan praktik koruptif di atas, menggunakan kode tertentu, mulai dari map sampai STNK sudah dibumbuhi kode. Senganja sampai sekarang, kode yang melekat di STNK tidak saya buang, sebagai salah satu bukti bahwa saya mengalami pemerasan dalam proses pengurusan surat kendaraan bermotor.

Ternyata, dalam pembayaran pajak tahunan, apabila STNK dan BPKB-nya tidak atas nama dirinya sendiri, menurut penuturan pekerja foto copy yang berada di samping kantor Samsat, cukup menambah uang 30 ribu. Uang tersebut dikenal dengan istilah uang ‘tembakan’. Dengan rincian: 25 ribu ke bagian pegawai Samsat yang bertugas mengurusi pembayaran pajak, kemudian 5 ribu-nya jasa calo yang, antara orang luar dan orang dalam, sama-sama ada; orang dalam adalah mereka yang mempunyai keterikatan struktur (pegawai) dengan Samsat, sedangkan orang luar, mereka yang bukan pegawai Samsat, keduanya sama-sama punya akses untuk mengurusi hal di atas. Praktik ini, sudah jelas sangat tidak dibenarkan oleh hukum.

Sebagai gambaran, saya sertakan tentang rincian pembiayaan ala pemeras tersebut. Bea Balik Nama Kendaran Bermotor (BBN-KB), Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebagaimana tercantum dalam STNK saya, berjumlah 265 ribu rupiah. Tapi catatan tangan ala pemeras tersebut, berjumlah 325 ribu rupiah. Biaya formulir, biaya sebenarnya, sebagaimana penuturan di bagian informasi, sejumlah 160 ribu rupiah. Tapi catatan tangan ala pemeras tersebut, sebesar 245 ribu rupiah. Biaya cek fisik, sepadan dengan penuturan di bagian informasi, sebesar 20 ribu rupiah. Biaya yang tiba-tiba ada dan tidak dijelaskan di bagian informasi, yaitu biaya  berkas BBN, sebesar 65 ribu.


Dari total biaya yang saya keluarkan, mestinya berjumlah 655 ribu rupiah, tapi dari uang sebesar 700 ribu rupiah, dikembalikan kepada saya, sebesar 50 ribu rupiah. Jadi, uang yang masuk kepada oknum tadi, sebesar 650 ribu rupiah. Jika memang biaya keseluruhannya benar 655 ribu rupiah, mestinya saya masih kurang 5 ribu rupiah? Tapi kenapa oknum tadi menolak ketika saya coba tambahi? Haha, dari sini sudah jelas terbaca, bahwa ada pungutan di luar yang seharusnya dikeluarkan.

Mestinya, jika memang benar biaya formulir itu seharga 160 ribu rupiah, biaya cek fisik itu 20 ribu rupiah, dan biaya pajak (BBN. KB, PKB, dan SWDKLLJ) sebagaimana tercantum di STNK saya sebesar 265 ribu rupiah, uang yang harus saya keluarkan sebesar 445 ribu rupiah. Tapi kenapa uang yang harus saya keluarkan melalui petugas di bagian cek fisik tersebut sebesar 650 ribu rupiah? Kemana larinya uang saya yang 205 ribu rupiah? Jika masuk pada kas negera yang peruntukannya sudah jelas untuk kepentingan negara dan bangsa, saya terima. Tapi jika masuk pada kantong oknum tertentu yang jelas bukan untuk kepentingan Negara dan bangsa, saya tidak terima. Karena itu sudah termasuk pungutan liar dan dilarang oleh undang-undang.

Ini baru saya, sangat mungkin banyak korban lain setiap Senin-Sabtu yang menjadi korbannya. Berapa kira-kira yang terkumpul dari hasil pemerasan tersebut? Menurut saya, praktik inilah yang juga turut memperpuruk kondisi bangsa yang jelas kaya. Tapi karena terlalu banyak mafianya, negeri ini tidak sembuh dari pesakitan lamanya.

Benar kata pemerhati anti korupsi, jika korupsi itu ibarat kentut. Baunya terasa, tapi sulit dibuktikan. Bahkan orang yang berkentut sekalipun, sulit dibuktikan, kecuali orang yang berkentut tersebut mau mengakuinya. Dalam hukum positif kita, bukti dan pembuktiannya, adalah penentu putusan hakim.

Memang sulit dibuktikan, dari semua yang saya kupas di atas, tak ubahnya contoh kentut yang saya jadikan percontohan. Tapi, jika anda ingin membuktikan apa yang saya utarakan dari atas, cobalah berurusan dengan Samsat Kab. Sumenep. Dengan catatan, Anda pura-pura begok. Jika Anda orang ‘besar’, menyamarlah seperti rakyat biasa, yang mau mengurusi pajak kendaraan bermotornya. Pengalaman Anda, amat sangat saya tunggu, karena mungkin melalui media seperti inilah, kita bisa meminimalisir korupsi, yang substansinya sudah jelas menyengsarakan rakyat banyak.

Marlaf Sucipto
Mahasiswa IAIN Sunan Ampel Surabaya
Asal Kab. Sumenep

Senin, 13 Februari 2012

SEPARUH PERJALANAN DI DESA ORANG

-->
Sudah banyak yang saya dapatkan dari pembelajaran didesa Duren Kec. Pilangkenceng Kab. Madiun Jawa Timur. Dari setiap deminsi kehidupan yang terjadi, banyak sisi menarik yang layak saya urai dalam tulisan ke-3 selama saya ngelmu didesa ini.

Senin, 06 Februari 2012

MAULID NABI DAN YANG SEHARUSNYA


Perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Adalah agenda tahunan yang biasa diadakan oleh mayoritas ummat muslim didunia. Didalam kalender islam (hijriah) sendiri, sudah dijadikan kalender bulan, dimana, di Indonesia kita kenal dengan sebutan bulan Maulid. Umat muslim dengan ragam budaya, adat, suku, ras, dan bentuk pluralisme lainya dalam mengadakan acara ini, mempunyai ciri khas dan identitas tersendiri, tanpa menghilangkan maksud substantif acara ini diadakan.

Kamis, 26 Januari 2012

AWAL KKN


Awal pertama kali menginjakkan kaki di kota Madiun, tepatnya di desa Duren, kecamatan Pilangkenceng karena sebab KKN (Kuliah Kerja Nyata) IAIN Sunan Ampel Surabaya. Sampai tulisan ini ditulis, saya sudah tinggal selama 57 jam, terhitung sejak jam 15:00, hari Selasa, 24 Januari 2012 disalah satu rumah yang belum berpenghuni, katanya milik Pak Polisi yang sedang berdinas dikota. Dari waktu yang telah saya lalui, beberapa hal sudah saya dapatkan dari hasil interaksi sosial saya dengan masyarakat sekitar. Terhusus dengan perangkat desa yang baru saya kenal secara birokratif cuma tiga orang. Mulai dari kepala desa, sekretaris desa, dan kepala dusun 5 yang saya kenal karena saya, dan dua orang lainnya kebagian tugas untuk belajar di dusun tersebut.

Senin, 23 Januari 2012

TEATER Q


“Selamat dan sukses atas terpilihnya sahabat Iqbal Waziri sebagai ketua Teater Q Fakultas Syariah IAIN Sunan Ampel Surabaya. Semoga dibawah kepemimpinannya Teater Q bisa menjadi lebih baik”.

Teater Q, adalah satu dari sekian UKM Fakultas yang ada dilingkungan Fakultas Syariah, dibawah instruksi kordinasi langsung Senat Mahasiswa Fakultas Syariah. Keberadaan teater Q, suatu yang niscaya dan patut disyukuri, karena sumbangsihnya terhadap pengembangan kreatifitas mahasiswa dibedang seni dan budaya, terhusus difakultas syariah, menemukan ruang yang pas dan dirasa pantas. Teater Q harus tetap eksis. Teater Q harus selalu siap mengarungi gelombang hidup yang semakin besar dan kuat. Dan, teater Q harus bisa memupuk generasinya untuk tetap kuat dalam menghadapi berbagai macam tantangan hidup yang dihadapinya. Karena, tantangan hidup, dari generasi kegenarasi, akan mempunyai pola, dan gaya yang berbeda.

Senin, 09 Januari 2012

MENYOAL ‘KEBIJAKAN’ IAIN SUNAN AMPEL


Berawal dari surat edaran LPM IAIN Sunan Ampel Surabaya, terkait pemberangkatan dan Pemulangan peserta KKN 2012 yang harus tanggung oleh masing-masing peserta KKN, saya mencoba mengurai, beberapa hal yang menurut saya penting untuk diurai. Hal ini ditulis, sebagai bentuk refleksi saya, setelah melakukan Audiensi dengan LPM IAIN Sunan Ampel (5-6 Januari 2012) dan Rektor IAIN Sunan Ampel Surabaya (6 Januari 2012). Diantaranya adalah:

Kamis, 05 Januari 2012

DETIK-DETIK PENENTUAN REKTOR BARU IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA

IAIN Sunan Ampel, lagi ada dalam persiapan pemilihan pemimpin (rektor) baru, dimana, kondisi IAIN Sunan Ampel setelah Prof. Dr. H. Nur Syam, M. Si dilantik menjadi Direktur Jenderal Pendidikan Agama Islam (Dirjen Pendis) mengalami kekosongan pemimpin. Menurut informasi, berhubung rektor diberhentikan dengan hormat dan dijadikan Dirjen Pendis oleh menteri Agama, maka menteri Agama harus menetapkan Penganti (rektor) Antar Waktu (PAW) untuk melanjutkan kepemimpinan rektor sampai masa jabatan habis, dan terpilihnya rektor baru IAIN Sunan Ampel. Suatu hal yang membuat IAIN rame, karena sampai sekarang belum ada kejelasan, siapa yang ditunjuk oleh menteri agama untuk dijadikan PAW tersebut. 

PERSIAPAN KKN DAN MASALAHNYA


Tadi siang (Rabu, 4 Januari 2012), saya merasa terpanggil untuk mengawal penolakan atas: Keputusan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, tentang pemberangkatan dan pemulangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari, ke tempat tujuan KKN dengan biaya sendiri-sendiri. Kenapa? Sesuai dengan pernyataan Rektor IAIN Sunan Ampel, Prof. Dr. Nur Syam, M. Si., ketika saya dan teman-teman dulu melakukan audiensi terkait pemunduran KKN dari Juli-Agustus 2011 ke Januari-Februari 2012 bahwa: “Selain Fakultas Tarbiah tidak bisa melaksanakan KKN di tahun sekarang, juga anggaran KKN 2011 sangat tidak memungkinkan (cukup) untuk melaksanakan KKN pada tahun 2011, maka, KKN dimundurkan pada awal Januari 2012, dan Institusi IAIN tidak akan menarik uang sepeser pun kepada peserta KKN, karena anggaran KKN tahun 2011 sudah digabungkan dengan anggaran KKN 2012. Maka, dana KKN dianggap cukup”. Begitu kurang lebih pernyataan Rektor IAIN, ketika saya dulu melakukan Audiensi di Rektorat. Atas hal tersebut, ada beberapa hal yang penting saya sampaikan, terhusus pada hasil audiensi tadi siang dengan pihal LPM selaku penanggung Jawab KKN 2012.

Selasa, 03 Januari 2012

REKTOR PARIPURNA

Beberapa waktu yang lalu, saya menerima kabar bahwa Prof. Dr. Nur Syam, M.Si sudah dilantik menjadi Dirjen dikementrian Agama RI. Kabar tersebut sampai tulisan ini  ditulis, sudah meluas dan ucapan ‘selamat’ di beranda Baleho IAIN Sunan Ampel Surabaya sudah menumpuk. Beliau menjabat sebagai rektor IAIN, hanya satu periode. Walaupun ada peluang untuk menjabat dalam dua periode, beliau ‘enggan’ melanjutkannya. Soal alasan, saya tidak mau berspekulasi.

Minggu, 01 Januari 2012

TEROMPET TAHUN BARU

Trompet; adalah aksesoris ‘wajib’ yang harus dibunyikan pada pergantian tahun baru masehi. Aksesoris ini terasa lengkap bila bersanding dengan mercom door yang biasa kita saksikan pada malam pergantian tahun tersebut. bagi saya, sejak empat  tahun hidup di kota besar, hanya pada pergantian tahun 2009-2010 ikut meramaikan malam pergantian tahun tersebut. itu pun karena tidak berbiaya terlalu mahal. Cukup berjalan kaki dengan gerimis yang tidak terlalu. Merayakan tahun baru di JtV (Telivisi-nya orang Jawa Timur) yang diramaikan dengan orkes dangdut dan kehadiran budayawan Nasional Zawawi Imron asal Madura, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bibit Samad Rianto. Wakil Gubernur Jawa Timur, M. Syaifullah Yusuf. 

Keputusan untuk datang ke tempat ini, karena saya anggap tempat ini paling dekat dengan domisili saya, dan bisa saya jangkau dengan mudah dari sekian banyak tempat yang menjadi pusat acara malam pergantian tahun baru.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP