Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Kamis, 21 Februari 2013

MENGUAK SKANDAL MEGA KORUPSI DI IAIN SUNAN AMPEL


Part 2
Melanjutkan dari tulisan pertama, serasa kurang lengkap, menguak skandal korupsi hanya dari dua sisi sebagaimana tulisan sebelumnya. Mari penulis lanjutkan untuk memasuki dari sisi yang lain.

3. Perpustakaan
Sejak seseorang dinyatakan lulus sebagai mahasiswa, seseorang tersebut dikenai biaya pengembangan perpustakaan dan pelatihan penggunaan bahan pustaka sebesar 100 ribu rupiah per program, per semester, per mahasiswa. Setiap tahun kurang lebih mahasiswa yang diterima berkisar 3000 orang. Uang yang diperkirakan berkumpul dengan hitung-hitungan kasar sebagaimana di atas berjumlah 300 juta rupiah. Jumlah uang yang besar, sangat cukup dijadikan modal untuk memberikan pelayanan yang prima dan meng-upgrade bahan pustaka. Buku-buku lama yang sampulnya kumuh dan rusak bisa diperbaharui, buku-buku kontemporer yang up to date sesuai dengan spesifikasi jurasan bisa ditambah untuk diperbanyak, buku-buku yang menarik didiskusikan bersama dalam forum bedah buku bisa dihelat. Kepustakaan di bidang audio juga tidak luput dari pembaharuan, film inspiratif yang menggugah kreatifitas disediakan lebih banyak dari sekedar film yang substansinya hanya sekedar hiburan. Koran-koran nasional dan regional bisa di-upgrade setiap hari, majalah mingguan, bulanan yang terkait dengan pengembangan kompetensi dan kreatifitas mahasiswa pola sirkulasinya berjalan dengan lancar, dan layanan kepustakaan yang humanis juga tak luput dari pembaharuan.

Rabu, 20 Februari 2013

MENGUAK SKANDAL MEGA KORUPSI DI IAIN SUNAN AMPEL


Part 1
Di dalam UU Nomor 31 Tahun 1999 Bab II Pasal 2 dan 3 disebutkan:
Pasal 2
(1)    Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana penjara dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp. 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP