Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Kamis, 10 Oktober 2013

INDONESIA ADALAH RUMAH KITA BERSAMA

Dalam tulisan kali ini, saya tidak mau turut ikut pada pendapat yang menempatkan Pancasila sebagai dasar negera, sebagaimana sudah dikemukakan oleh banyak tokoh, tapi mau mengikuti pendapat, M. Dawam Rahardjo, yang menempatkan Pancasila sebagai krangka berfikir berbangsa, pedoman bertindak, dan motif berpolitik (Kompas, 22 Juni 2013). Pilihan ini sudah bulat, karena selain Soekarno maupun Hatta tidak pernah menjadikan Pancasila sebagai dasar negara, juga karena, pemaknaan M. Dawam Rahardjo menurut saya lebih pas; Pancasila sebagai krangka berfikir berbangsa, warga negara Indonesia, bila betul-betul menjadikan Pancasila sebagai krangka fikir dalam bertindak dan berkata dalam kehidupan nyata kesehariannya, konflik atas nama agama, ketimpangan sosial, diskriminasi atas kelompok minoritas, meningkatnya jumlah kemiskinan di tengah naiknya Sumber Pendapatan Belanja Negara dan Daerah (APBN/D) dalam setiap tahunnya, merebaknya anak putus sekolah dan diskriminasi atas sekolah-sekolah yang berada di pelosok desa di tengah alokasi biaya pendidikan 20 persen dari APBN/D setiap tahunnya, dan banyak problem lain yang sebenarnya bisa ditekan, diminimalisir, bila seluruh warga negara Indonesia benar-benar menjadikan Pancasila sebagai krangka fikir.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP