Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Jumat, 11 April 2014

HANYA BERBAGI INSPIRASI

Hari ini (11/4), saya berkesempatan duduk bersama para penulis dan pembaca Koran Kompas dalam sebuah acara "Forum Pembaca Kompas;Audience Engagement" di Hotel Santika Premiere, Gubeng, Surabaya.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka untuk mempererat emosionalitas pembaca, penulis, dan penerbit Kompas agar saling bertaut antara satu dan yang lain. Pesatnya perkembangan tekhnologi menjadi faktor utama Kompas untuk menyajikan kualitas bacaan dan layanan yang terbaik atas pembaca dan penulis setia Kompas. Tak hanya koran cetak yang terbit sejak 1920 ini, tapi koran digital ber-versi android telah juga turut hadir untuk memudahkan pelanggan setia Kompas.

Rabu, 09 April 2014

MONEY POLITIC

Hari ini (9/4) pemilu legislatif terselenggara secara serentak di seluruh Indonesia. Dari Aceh sampai Papua. Pemilu kali ke tiga dengan sistem pemilihan langsung ini terjadi sejak Indonesia mereformasi dari otoritarianis'm ke demokrasi. Sebab sistem yang otoriter, men-design sedemikian rupa agar masyarakat tetap dalam garis miskin, pendidikan yang secara substansial tidak mendidik, menjadi cikal-bakal utama money politik di negeri ini membudaya.

Money politik, dalam tiga kali pemilu yang melibatkan masyarakat secara langsung, telah menggeser model politik elit yang mengandalkan loby menjadi politik bagi-bagi. Dulu, untuk menjadi wakil rakyat, harus pintar meloby "pemilik" partai politik yang serat upeti. Masyarakat tak satu pun yang dilibatkan secara langsung. Sekarang, setelah masyarakat dilibatkan, upeti itu, selain kepada pemilik parpol, juga disiwir-siwir untuk masyarakat yang memiliki hak pilih.

Minggu, 06 April 2014

ADAPTASI SISWA KE MAHASISWA

Sore tadi (6/4), saya menyempatkan diri untuk hadir dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Sumenep (IKMAS) di Surabaya. Letaknya di halaman Masjid Ulul Albab, Kompleks UIN Sunan Ampel Surabaya. Di situ, saya bertemu dengan Bahauddin Amyasi, pemuda cerdas yang lebih dulu aktif di IKMAS. Selebihnya, mahasiswa yang aktif setelah saya.

Dalam diskusi tadi, pengurus mengangkat tema "Adaptasi Siswa ke Mahasiswa". Di situ, Cak Baha'--panggilan harian atas Bahauddin Amyasi--menjelaskan tentang pentingnya mengkonstruksi ulang atas mahasiswa kini yang mindset-nya masih berpola ala siswa. Hal ini sudah tentu, salah satunya, menjadi tanggung jawab pengurus IKMAS untuk melakukan trobosan atas teman-teman mahasiswa Sumenep yang pola berfikirnya tak ubahnya siswa.

TENTANG CALEG

Pada bulan Maret, saya berkesempatan bertemu langsung dengan salah satu calon legislatif daerah kabupaten/kota di Jawa Timur. Dia putra kiai. Nyaleg bukan karena ia pintar berjejaring, tapi karena ayahandanya yang kiai. Setiap poster, banner, panflet dan peraga pengenalan lainnya, hanya agar mudah dikenal, selalu ada nama bapaknya. Caleg ini merekrut pemuda sebagai tim kreatornya. Berfungsi ganda. Mulai dari design grafis, cetak panflet, banner, baleho, sampai konsolidasi pemuda di dapil di mana ia bertarung memperebutkan kursi legislatif dari sembilan kursi yang diperebutkan. Pesaingnya tidak sedikit. Baik sesama partai politik pengusung, maupun dengan calon dari partai politik lain. Selain pemuda, tim pengeraknya juga dari golongan tua yang fanatismenya terhadap kiai masih tinggi. Cukup dibekali rokok dan disuguhi kopi orang itu sudi bergerak sesuai instruksi. Setelah saya tanya, "Bapak itu dibayar berapa?" Jawab sang caleg, "Dia tidak dibayar, ia adalah salah satu tim relawan yang siap membantu dalam proses pemenangan saya". Saya tahu, karena selama empat hari membaur di basecamp pemenangan caleg tersebut. Relawan yang datang silih berganti tidak sedikit. 24 jam non stop basecamp itu terbuka lebar. Terlebih atas para tim relawan. Informasi yang dibawa, beragam! Dari sekian informasi itulah, sang caleg mengetahui perkembangan di lapangan. Bahkan, dengan perhitungan yang cermat, sang caleg tidak segan-segan menindaklanjuti informasi yang diketahui dengan melahirkan instruksi kepada sang pembawa informasi. Berbekal rokok dan suguhan kopi hangat, sang relawan kembali siap untuk beranjak melaksanakan instruksi sang caleg.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP