Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Rabu, 16 April 2014

MENDAKI MASA DEPAN BANGSA MELALUI SISTEM DEMOKRASI

Semalam (15/4) Indonesia Lawyer Club tampil perdana setelah sekian lama libur menghormati para caleg dan partai politik yang berkampanye. Acara itu mengangkat tema "Kecurangan Pemilu, Bisakah DPR Bebas Korupsi?!." Acara ini dibuka oleh dalang fenomenal bernama Sujiwo Tedjo. Sesi diskusi Kemudian dimulai oleh Prof Dr. Rafly Harun. Beliau dengan lantang mengatakan, bahwa praktik money politik memang marak dilakukan oleh hampir semua politisi di Indonesia. Walaupun terkadang bahasanya berbeda. Praktik tidak terpuji tersebut didukung oleh masyarakat pemilih yang rata-rata perutnya sering lapar, dan karena trauma Orde Baru, mereka berasumsi bahwa politisi itu gudangnya duit dan memiliki tabiat bejad mengkorupsi uang negara yang dibayarkan oleh rakyat melalui pajak. Sampai di kampung-kampung, muncul adegium "Mumpung saat ini, saatnya rakyat mendapat bagian, karena bila jadi, mereka (para politikus) akan pergi tunggang langgang. Program yang diproyeksikan untuk rakyat, hanya sekedar sampai, karena dalam perjalananya serat penyunatan anggaran dari pejabat teratas sampai terendah. Program tersebut berbanding terbalik dari tujuan awalnya; memberdayakan dan menyejehterakan menjadi memperdaya dan mengajari menjarah harta negara." Ini menjadi fenomena umum di masyarakat. Sehingga tak pelak, bila pemilu tiba, masyarakat enggan bergerak ke TPS bila tidak ada duitnya.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP