Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Senin, 23 Juni 2014

"DI TIMUR MATAHARI" (Sebuah Film Inspiratif dari Tanah Papua)

Sebuah film, dengan aktor kawakan bernama Lukman Sardi sebagai pendeta, Laura Besuki sebagai Bu Dokter, Ririn Ekawati sebagai istri dari orang Indonesia Timur yang dinikahi di Jakarta, Ringgo Agus Rahman sebagai Bos penyedia lapangan pekerjaan, Michael Jakarimilena sebagai tokoh utama bernama Mazmur.

Film ini, sepintas, dilihat dari judulnya, adalah potret “kelam” saudara sebangsa yang berada di Indonesia bagian timur (Papua), yang masih didera kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan. Tidak sedikit dari mereka yang justru memanfaatkan kemiskinan dan kebodohan tersebut justru untuk terus memperpuruk kondisi Papua. Papua yang sejak sepuluh tahun yang lalu (2004) mendapatkan Otonomi Khusus (Otsus) dari kebijakan pemerintah pusat, sebagai buah dari kehendak masyarakat Indonesia secara kolektif untuk pemeretaan ekonomi yang dulu dimonopoli dan terpusat di jawa, ternyata sampai kini masih belum mampu mensejajarkan Pupua dengan daerah Indonesia lainnya. Pembangunan di Papua berjalan lambat, bahkan dapat dikatakan macet. Dana Otsus yang mengucur dari “dompet” APBN dengan jumlah yang tidak kecil hilang sia-sia karena lemahnya pengawasan dan praktik laten bernama korupsi. Pemerintah daerah (Papua) dan Pusat (Jakarta) malah “berselingkuh” untuk tidak sepenuhnya membangun Papua yang jelas sejak masa orde baru dianaktirikan.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP