Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Kamis, 17 Juli 2014

AWAS! BAHAYA LATEN TELEVISI

Sekitar tahun 1997, sejak Perusahaan Listrik Negara (PLN) masuk desa, sejak itulah televisi (TV) menjadi barang istimewa yang banyak digemari orang desa. Harga TV yang semakin terjangkau, menjadi salah satu penyebab menjamurnya barang "modern" ini di desa-desa.

TV menjadi simbol kekayaan, kemajuan, dan peradaban baru bagi orang desa. Di awal-awal TV masuk desa, di tengah yang memilikinya masih terbatas, orang desa berbondong-bondong datang ke rumah salah satu pemilik TV hanya untuk mau menonton TV. Menonton TV menjadi kegemaran baru yang banyak orang menggandrungi. Bahkan orangtua, melakukan pengarahan massal agar anaknya lebih memilih menonton TV ketimbang bermain di luar rumah seperti main layang-layang misalnya. Bermain di luar rumah dianggap lebih membahayakan dan membawa resiko ketimbang anaknya duduk manis dan tidur-tiduran sambil menonton TV. Semakin lama anak menonton TV, semakin merasa senang orangtua. Mainan tradisional banyak yang ditinggalkan, diganti dengan permainan baru, yaitu menonton TV.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP