Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Rabu, 03 September 2014

Tatkala Agama Dijadikan Rujukan Untuk Berpolemik

Dalam minggu terakhir di sosial media ramai membincang tentang tema Orientasi Study Cinta Akademik&Almamater (OSCAAR) Fakultas Ushuludin, UIN Sunan Ampel. Yang mendiskusikan lebih sedikit ketimbang yang mengecam. Dari situ kita dapat mengukur, bahwa di umur kemerdekaan yang sudah ke-69 tahun ini masyarakat kita, dari sisi pendidikan, memang masih perlu untuk ditingkatkan. Masyarakat kita masih belum stabil di tengah kondisi yang memungkinkan untuk tidak stabil. Pengetahuan dan pengalaman yang terbatas, membuatnya ber-mainstream keras, tersulut emosinya untuk bertindak dan berkomentar sarkas. Ibarat bangunan pasir, tertiup angin tingkat terendah saja sudah kalang kabut mau runtuh. Padahal agama sebagai panutan, tidak sekedar ajaran yang dirutinitaskan. Agama adalah seperangkat ajaran untuk menyelamatkan manusia dari tindak-tanduk yang tidak menentramkan. Bukanya agama hadir dalam rangka menghendaki kebaikan? Tatanan yang rukun, harmonis, toleran di tengah perbedaan adalah inti semua ajaran agama. Karena perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Jangan pernah berharap semua orang sama, dalam satu keluarga yang terlahir kembar pun, tetap tidak sama. Sidik jari dari masing-masing manusia tidak sama. Apalagi dalam soal memahami agama. Tuhan membusuk, barangkali menjadi kata lain dari bentuk penghormatan teman-teman mahasiswa Ushuludin atas Tuhan. Atau, ada maksud lain yang pengetahuan dan pemahaman kita tak mampu menjangkau kedalaman berfikir mereka. Bagi saya, selama tindakan mereka tidak merusak, terserah mau berfikir ‘liar’ seperti apa, yang penting jangan berhenti belajar. Berkata Tuhan jancuk pun tak masalah, karena kita juga memili versi tersendiri dalam menghayati dan menghormati Tuhan. Keberagaman juga bagian dari kehendak Tuhan. Ini juga bagian dari bentuk bahwa Tuhan itu maha segalanya.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP