Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Sabtu, 15 November 2014

Dari RausyanFikr sampai Qaryah Thoyyibah

Pada Kamis, 13 November 2014, saya berkesempatan mengikuti Dialog terbuka bertema “Mencari titik temu Yahudi-Islam. Dialog ini diperlengkap oleh hadirnya buku ilmiah berjudul “Anak-Anak Ibrahim; Dialog terbuka mengenai isu-isu yang memisahkan dan menyatukan Muslim-Yahudi”, ditulis oleh pembicaranya langsung; Rabi Marc Schneier—pendiri dan presiden Yayasan Pemahaman Etis dan rabi Pembina Sinagoge Hampton di pantai Westhampton, New York, Amerika Serikat, dan Imam Shamsi Ali—pemimpin spiritual Pusat Muslim Jamaika, pusat Islam terbesar di kota New York. Ia bekerja di Pusat Tanenbaum, Federasi untuk Perdamaian Timur Tengah, Federasi Muslim Asean Amerika Utara, dan Yayasan Muslim Amerika. Ia orang Indonesia yang mendakwahkan Islam di Amerika. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP