Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Senin, 01 Juni 2015

DARI INTELEKTUAL ORGANIK SAMPAI KEMANDIRIAN ORGANISASI

Pada Kamis (28/5) lalu, saya diminta untuk menyampaikan "orasi ilmiah" dalam pelantikan PMII Rayon Syariah Komisariat Sunan Ampel, masa gerak 2015-2016. Acara yang terselenggara di sebelah timur Gedung C Fakultas Syariah & Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya ini diawali dengan khotmil quran.

Bersama Muhammad Burhan (Ketua Terpilih)
Hadir juga dalam acara ini, yang secara resmi diundang, para aktivis pergerakan mulai dari tingkat cabang, komisariat, dan rayon-rayon di lingkungan kampus UIN Sunan Ampel. Cuma, saat saya amati, tidak saya temui aktivis lain seperti HMI, GMNI, IMM, dan IPNU yang turut diundang dalam pelantikan ini. Tak bisa dipungkiri, organisasi-organisasi itu niscaya adanya di lingkungan UIN Sunan Ampel. Terbukti dari perhelatan konstalasi dialektika dalam bentuk diskusi maupun politik di antara mahasiswa itu sendiri. Saya tidak melihat, setidaknya dari aksesori yang dikenakan oleh masing-masing hadirin undangan. Semua yang hadir, rata-rata mengenakan aksesoris sebagaimana yang saya kenakan; jaz PMII berikut simbol-simbolnya.

Mestinya, organisasi-organisasi lintas bendera ini niscaya ada. Karena eksistensi PMII karena adanya organisasi yang lain. Juga, sebagai sarana ukhwah sesama "kendaraan" beda nama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP