Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Jumat, 30 Oktober 2015

Hari Santri; Antara Esensi Dan Sensasi*

Presiden Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres), tertanggal 15 Oktober 2015, terkait penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2015.

Hari Santri Nasional, jelas disuarakan oleh organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama’ (NU). Ormas terbesar pertama ini menghendaki penetapan Hari Santri agar negara mau mengakui peran santri dalam memperjuangkan kemerdekaan di republik. Penetapan Hari Santri, 22 Oktober, mengacu kepada waktu saat digelorakannya Resolusi Jihad oleh KH. Hasyim Asyari (1875-1947) pada 22 Oktober 1945. Resolusi Jihad ini kemudian yang dianggap menjadi cikal-bakal lahirnya gerakan melawan Belanda yang ingin kembali menjajah melalui tentara Nederlandsch IndiĆ« Civil Administratie (NICA) pada tanggal 10 November 1945 di Surabaya dengan komando kondangnya bernama Sutomo—Bung Tomo, (1920-1981). 10 November ini kemudian kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP