Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Kamis, 21 April 2016

PMII dan Cita-Cita Kemerdekaan

(Refleksi Atas Ulang Tahun PMII yang ke-56)

Oleh: Marlaf Sucipto[1]

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kini umurnya sudah tak lagi muda. Tulisan ini sengaja saya hadirkan agak telat karena ingin belajar dulu kepada tulisan sahabat aktivis pergerakan yang sengaja ditulis di momentum ulang tahun yang ke-56 ini. Atau, kepada tulisan non PMII yang berkenan memberikan masukan atas laju gerak organisasi yang ketua umum perdananya adalah Mahbub Djunaidi ini. Cuma, hanya satu tulisan yang ditulis oleh Pengurus Besar (PB) PMII di Jawa Pos Senin (18/4) lalu, selainnya banyak yang pem­-publish-ing agenda serimonial formal di media sosial -Utamanya di group facebok “PMII se-Indonesia”- seperti tahlilan, yasinan, sholawatan, dan corak keislaman yang belakangan dilebeli oleh Nahdlatul Ulama’ (NU) sebagai Islam Nusantara itu.
Tulisan ini hadir untuk turut mewarnai dari sekian pernik ekspresi sahabat-sahabat di ulang tahun PMII yang ke-56 ini.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP