Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Senin, 16 Mei 2016

SURAT UNTUK KARTINI

(Tulisan ini saya persembahkan kepada Alifia Nisa Ikbar sebagai kado Ulang Tahun-nya di umur yang ke-20)

Di bioskop, kini ada film yang bagus ditonton. Utamanya oleh pemuda dan aktivis. Film itu: "Surat Untuk Kartini".

Dalam menonton film ini, menurut saya, perlu menggunakan pendekatan kritis. Mengapa? Karena nuansanya masih Eropa (Belanda) centris.

Film ini dibuka dengan adegan penolakan anak Sekolah Dasar (SD) atas gurunya yang akan menceritakan tentang sosok Kartini tepat pada momentum "Hari Kartini". Ditolak barangkali karena cerita tentang Kartini hanya itu-itu saja, monoton; seputar konde, kebaya, batik, dan sanggul. Ini yang terus diulang saat tiba tanggal 21 April di mana Kartini dirayakan.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP