Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Minggu, 27 November 2016

Jihad Membela Ahok

Basuki Tjahaya Purnama, alias Ahok, cukup fenomenal sejak ia menjadi Wakil Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta (2012-2014). Rating keterkenalannya terus menaik sejak ia menggantikan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta sebab ia tepilih sebagai presiden Indonesia.

Ahok memantik kontroversi karena kebijakannya dalam memimpin kerap disampaikan dengan pola komunikasi yang tak sesopan politikus pada umumnya. Apalagi, ketegasannya dalam memimpin, kerap menganggu “kenyamanan” para pihak yang ambil untung di “air yang keruh”. Perlawanan balik oleh orang yang terganggu sebab kebijakan Ahok, cara perlawanannya beragam, tapi poinnya adalah, Ahok harus dihentikan membuat kebijakan. Ahok akan terhenti membuat kebijakan, jika ia tidak sebagai gubernur DKI Jakarta. Jadi, Ahok harus digagalkan menjadi calon gubernur DKI Jakarta

Serangan demi serangan terus dilakukan untuk mengagalkan Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta. Isu ras, etnis, bahkan sampai yang sensitif yaitu agama, terus dihidupkan untuk menjegal langkahnya sebagai calon DKI satu. Menjadi menarik, saat isu agama ini diangkat, mampu menggugah orang yang tidak hanya di Jakarta, untuk berduyun-duyun datang ke ibukota, melakukan “serangan” kepada Ahok. Poin serangan itu, tetapkan Ahok sebagai tersangka penista agama. Karena bila Ahok ditetapkan sebagai tersangka, apalagi langkah hukum Ahok dalam mem-prapradilankan status hukumnya di pengadilan gagal, maka pasti, ia tak bisa turut ikut sebagai salah satu kontestan calon Gubernur DKI satu.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP