Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Sabtu, 31 Desember 2016

Sholawat Wahidiyah; Antara Rasa dan Logika

Ini garis takdir yang tak terpradiksi sebelumnya. Ini benar-benar di luar yang saya kira. Saya ditakdir oleh Allah untuk menginjakkan kaki di mana Sholawat Wahidiyah lahir. Nyerap ilmu bagaimana menjadi advokat yang berbudi, sesuai peraturan dan perundangan yang ada.

Di depan Maqbaroh KH. Muhammad Ma'roef
Dalam satu tahun terakhir, sebelum saya diterima sebagai salah satu peserta Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Wahidiyah Kediri, kemitraan dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), yang terselenggara sejak 09 Desember 2016 sampai 07 Januari 2017, saya selalu gagal untuk menempuh PKPA. Alasannya sederhana; “amunisi” tidak cukup. Syarat utama dalam membayar biaya PKPA harus cash di awal. Beruntung PKPA yang saya ikuti ini biayanya, selain lebih murah ketimbang yang lain, juga tidak harus cash membayar di awal. Biaya bisa dicicil sampai diri benar-benar mampu membayar.

Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP