Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Sabtu, 05 Januari 2019

MENGENANG (JASA) JUNAIDI

Memang, umur itu hanya Tuhan yang tahu. Di umur yang masih setara dengan saya, Junaidi telah mendahului dalam “kembali” kepada-Nya. Saya berteman dengan Junaidi sudah sejak di bangku Raudatul Atfal. Di Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah, kita memang tetap satu kelas. Pertemanan menjadi semakin akrab, semakin dekat, tatkala sama-sama menjadi santri di Sya’airun Najah, Bindung, Sumenep; lembaga yang turut menempa pengetahuan dasar saya, utamanya dalam hal ibadah amaliah, mulai dari soal berwudu’, doa sebelum-sesudah wudu’, bertayamum, salat, gotong royong dalam kebersihan, sampai soal melatih mental saat tampil di depan publik melalui kegiatan muhadarah.

Di Asta Sayyid Usman bin Baghin beberapa bulan yang lalu dalam acara tahunan, yang ternyata acara terakhir bagi Junaidi

Sebelum saya berteman akrab dengan Junaidi, saya akrab terlebih dahulu dengan kakaknya yang namanya secara substansi sama dengan saya. Ia Sujibto, saya Sucipto. Hanya dibedakan oleh huruf “j” dan “c”. Kita berteman karena satu pondok di Sya’airun Najah, sama-sama santrinya (alm) Kiai Fauzi Dahlan.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP