Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Kamis, 21 Agustus 2008

SA'ATNYA INTROSPEKSI DIRI

100 tahun hari kebangkitan nasional, 80 tahun hari sumpah pemuda. Segala usaha para pejuang bangsa telah terapresiasi oleh seluruh kalangan, mulai dari kaum proletar yang notabene-nya sebagai objek mainan asyik para penguasa, terlebih kaum borjuis yang mayoritas selalu apatis pada derai air mata derita bangsa.
Inilah Indonesia negeri yang subur penuh SDA tinggi, SDM-nya pun juga tak ketinggalan minus tinggi. Korupsi mulai pejabat tinggi sampai tingkat RT membudaya hingga mengakar dihati.
Seminar dan kegiatan sosial bergema di seluruh penjuru negeri, yang ujung-ujungnya pun mayoritas sebatas hura-hura dan srimonial yang tidak mengandung esensi. Minim sekali seminar dan kegiatan sosial yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan kesadaran tinggi, bahkan bisa dikatakan tidak ada karena riel negeri ini semakin bobrok akibat ulah orang yang tak bertanggung jawab akan pentingnya negeri yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Gafhuur.
Sampai kapan indonesia akan tetap seperti ini ….? Jika para ahli hanya pintar berkomentar dan memperkaya diri, mungkinkah penderitaan bangsa akan segara usai…? Jawabannya bila para penguasa mau berbenah diri dan mau berintrospeksi.

Tidak ada komentar:

Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP