Andaikan ilmu hanya didapat dengan berangan-angan, maka tidak akan ada orang yang bodoh di muka bumi ini.(Imam al-Ghazali)

Minggu, 30 November 2008

SUBSTANSI KATA PEMIMPIN PADA MANUSIA

Pemimpin…! Suatu gelar otomatis yang tersandang pada manusia. Disadari atau tidak bahkan diakui atau tidak gelar ini tetap akan dimintai pertanggung jawaban oleh Dzat sang pemberi gelar tersebut, karena makhluk yang bernama manusia ini sudah di lengkapi kemampuan yang luar biasa oleh desainernya termasuk kelengkapan dalam menjadi memimpin makhluk lain di alam dunia ini. Pemimpin selalu menjadi rebutan sejak bapak ibu manusia di terunkan ke muka bumi ini, dengan berbagai macam cara manusia berlomba-berlomba untuk menjadi pemimpin terlebih status pemimpin dalam hal keduniaan. Jabatan pemimpin dalam hal keduniaan menjadi lahan empuk untuk ajang memeras, menindas, mengeksploitasi, mengeksplorasi seluruh sumber daya untuk kepentingan pribadi atau kelompok tampa memperhatikan kesengsaraan dan pendiritaan makhluk lainnya.
Pradigma ini sudah merajalela di seluruh lapisan dunia, tak terkecuali manusia yang mengaku umat islam, malah mereka lebih ganas dari manusia diluar agama islam. Mereka sudah tidak peduli pada status agamanya padahal agama tersebut pada dasarnya mengajarkan cara bertindak yang mementingkan kemaslahatan manusia seluruhnya, tampa ada pendikotomian. Tapi kenyataannya ada kelompok tertentu yang mendominasi akibat kebijakan pincang yang diterapkannya. Aneh ketika Al-Qur’an dan Al-Hadist menjadi dasar pijakan lisannya tapi dalam tatanan prakteknya tidak menyentuh sama sekali. Ini menjadi tanda tanya bagi manusia yang berlomba-lomba mengejar status pemimpin terlebih yang mengaku beragama islam. Sudahkah mereka membaca dan mengkaji satu demi satu dasar pijakan tersebut secara benar dan pasti.?
semestinya kita sebagai munusia yang diberi kepercayaan sebagai pemimpin di alam jagad raya ini menjadi pemimpin yang mampu membawa pada perubahan yang benar-benar sesuai titah yang di berikan oleh pencipta alam yaitu Allah SWT. Segala bentuk warna kehidupan di dunia, manusia yang merencanakan dan mengaturnya. makhluk lain tidak ada yang bisa kerena memang mereka tidak diberi kampuan seperti manusia. Hanya satu yang menjadi perbedaan antara manusia dan makluk lainnya yaitu kemampuan berfikir, manusia sangat mulya karena otaknya.

EKSPRESI YANG MEMBAWA DERITA

Menganggap lucu dan aneh sebuah cerita yang akhirnya membawa pada gelak tawa dipaksakan semakin menghiasi kehidupan ini. Formulasi cerita semakin beranika ragam. Ada memang cerita itu benar adanya dan memang lucu, ada juga cerita itu benar adanya dan tidak lucu tapi dipaksakan bisa lucu, dan yang sangat tragis cerita itu tidak pernah ada (mengada-ada) tapi meyakinkan pendengarnya bahwa cerita itu ada plus diformulasi selucu mungkin. Hal ini selalu bisa terjadi dimana-mana terlebih di berbagai perbincangan santai yang orientasinya tidak jelas. Perbincangan lepas kontrol inilah yang rentan pada cerita fiktif dan pada ujung-ujungnya hanya agar dapat bisa ketawa-ketiwi.
Manusia sering tidak menyadari bahwa hal tersebut akan membawa dampak negatif yang besar dalam hidupnya, dengan tampa ada perasaan bersalah sedikitpun khususnya pada dirinya sendiri dan umumnya pada orang lain kebiasaan itu tetap saja mengalir lepas control. Tindakan-tindakan yang dianggap kecil inilah akan membawa dampak yang cukup besar dalam kehidupan kita : 1) secara dhahir kita akan terbiasa berkata fiktif kepada siapa saja, kerena kita terbangun dengan kebiasaan fiktif, 2) bathin semakin kering yang dampaknya akan membawa pada ketidak tetraman hidup. Gelisah selalu ada didepan mata, 3) mencari kepuasan sesa’at demi terpenuhinya tuntutan syahwat menjadi pekerjaan tampa henti, 4) semakin jauh dari kasih sayang Tuhan. Karakter yang terbangun dari kebiasaan fiktif pasti selalu membawa pada langkah fiktif, segala perbuatannya penuh kebohongan. Kebohongan terus menerus mewarnai perjalanan hidupnya walaupun pada dasarnya hatinya menolaknya. Jiwanya terus menerus kering bahkan ada sampai pada titik menganaskan yaitu kematian.
Akhirnya ketika hati manusia sudah mati, hidupnya semakin tidak terarah, diperbudak oleh nafsu, jauh dari rahmat Tuhan, dan masih banyak lagi sederet panjang langkah hidupnya yang menyengsarakan jiwa raganya. Orang lain juga tidak ketinggalan merasakan dampak negative dari tindakan-tindakan syaitoniyahnya. Tidak heran jika kehidupan ini semakin memburuk bukan semakin membaik meskipun dari berbagai macam ahli konsep dan teori tentang perubahan hidup kejalan yang lebih baik sekarang menjamur di seluruh penjuru bumi, mungkin ide cemerlang dari para ahli tersebut tidak bisa disesusuaikan dengan sikap hidupnya yang paling mendasar yaitu eksisnya kebiasaan berbohong pada dirinya sendiri. Masalah-masalah dari yang terkecil terlebih sampai yang besar masih belum menemukan titik pemecahan yang signifikan, malah memunculkan masalah baru yang tidak kunjung usai.
Marilah mulai sekarang kita bersama untuk merekonstruksi kebiasaan hidup kita dari tindakan yang dianggap sepele sampai tindakan yang serius sekalipun, terlebih yang menyangkut aspek sosial dengan didasari oleh kejujuran pada diri dan orang lain. Wallahua'lam.

Kamis, 13 November 2008

POLEMIK RUU APP YANG TAK KUNJUNG USAI

RUU APP (Rancangan undang-undang anti pornografi dan porno aksi) sampai saat ini masih belum menemukan titik temu antara yang pro dan yang kontra, ini disebabkan karena bermacam-macamnya pandangan, ada yang mengatakan Indonesia sebagai Negara yang perpenduduk muslim terbesar di dunia seharusnya mnggunakan syri’at islam sebagai pijakan hidupnya, dan ada yang mengatakan Negara Indonesia bukan Negara islam tapi Indonesia adalah Negara yang berasaskan pancasila dan tidak menggunakan syari’at islam sebagai pijakan hidupnya.
Terlepas dari dua persepsi diatas sebenarnya timbulnya RUU APP disebkan karena keadaan Indonesia yang sudah terlampau jauh tergerus oleh arus globalisasi. Masyarakat Indonesia sudah jauh dari nilai-nilai pancasila. Aktifitas sehari-harinya pun sudah tidak seperti yang diamanahkan pancasila. Tempat-tempat prostitusi, Pemerkosaan, poster-poster porno semakin merajalela. Bahkan tempat prostitusi terbesar di Asia terletak di Indonesia. Ini sangat tidak mencirikan negeri yang penduduk muslimnya terbesar didunia. Kenapa sampai sa’at ini tetap menjadi pro kontra yang tidak kunjung ditemukan titik temunya ? karena salah satunya usulan pengajuan diadakannya APP itu hasil inisiatif orang islam yang landasan rujukannya kembali pada syari’at islam bukan kembali pada nilai-nilai pancasila yang menjadi dasar Negara dan mencakup seluruh rakyat Indonesia yang beranika ragam keyakinan.
Pro kontra tetap selalu mewarnai perjalanan RUU APP. Anehnya, pro kontra yang mendominasi dari kalangan ummat islam satu dangan ummat islam lainnya. Sedikit sekali dari masyarakat diluar islam yang mempermasalahkan RUU APP itu sendiri.
Semoga ulasan singkat ini bisa memberikan sedikit pemahaman. Wallahu‘a’lam

Kamis, 11 September 2008

RAMADHAN SEBAGAI AJANG INTROSPEKSI

Di bulan ini khusus daerah metropolis Surabaya, tindakan yang memilukan dan menyentuh hati kembali terjadi. yaitu teganya seorang manusia menelantarkan buah hatinya atau bahasa kasarnya mebuang bayinya dengan cara yang tidak manusiawi. Salah satu alasan yang cukup mendasar adalah tidak jelasnya bapak dari sang buah hati tersebut. Kita refleksikan dengan sebuah fakta, seekor kera ditemukan mengendong bayi prematur dipinggir sebuah kali (JP.09-09-08). Patut kita jadikan bahan renungan, hewan yang jauh lebih rendah drajadnya ternyata lebih berarti dan berhati nurani. Entah kenapa dalam kehidupan ini sesuatu yang diharapkan tidak terjadi malah terus-menerus abadi. Khusus dibulan yang penuh hikmah, rahmah, dan ampunan ini, mari kita jadikan sebagai ajang berbenah dan merefleksi diri dari segala bentuk perbuatan yang sudah terjadi. Semoga hidup yang sesuai harapan hati nurani selalu abadi dan kenyataan hidup yang bertentangan dengan hati nurani semoga dapat di minimalisir. Amien.

Sabtu, 06 September 2008

PINCANGNYA HUKUM DINEGERI INI

Bukankah hukum itu berlaku atas orang yang tahu? Tuhan saja memaafkan atas perbuatan di luar ketidaktahuan terhadap peraturan hukum-Nya, apalagi kita sesama manusia, haruskah membuat hukum melebihi aturan hukum yang diatur oleh-Nya?, menjadi keprihatinan mendalam di jatuhinya hukuman mati dan hukuman seumur hidup atas terdakwa kasus mutilasi salah satu marga suku di Noaulu, Pulau Seram, Maluku (Kompas, 25/02/2009), yang tujuannya tak lain hanya untuk persembahan atas pembagunan rumah adat. Mempersembahkan salah satu organ tubuh manusia untuk melengkapi ritus keyakinan dalam pembangunan rumah adat ini menjadi salah satu tradisi nenek moyang marga suku Noaulu yang tetap dipertahankan. Walaupun pada tahun 1970-an tradisi tersebut oleh para tokoh adat diganti dengan piring kuno atau kepala kaskus (Kompas,25/02/2009). Tetapi, Sampai saat ini budaya tersebut sulit dihilangkangkan karena mungkin masih dianggap tradisi yang mesti dipertahankan. Diperkuat dengan keterangan tokoh masyarakat Noaulu yang juga Kepala Dusun Negeri Lama, Desa Sepa, Maluku Tengah, Marwai Leipary (25), mengakui tradisi pengunaan kepala manusia sebagai persembahan penbangunan rumah adat memang ada sejak zaman dahulu (Kompas, 25/02/2009)

Sabtu, 23 Agustus 2008

DERAMA KEHIDUPAN MANUSIA

Ketika bapak manusia (Adam) diciptakan sejak itulah problema kehidupan manusia bermula, bermula dari alasan yang cukup mendasar yaitu ketika Allah memerintahkan seluruh penduduk syurga untuk brsujud pada makhluk yang bernama Adam AS tersebut dalam sujud penghormatan sebagai bukti tunduk pada perintah-Nya, maka sejak itulah awal dari permusuhan antara Malaikat Azazil atau yang sekarang di kenal dengan nama Iblis laknatullah dengan makhluk Allah yang tercipta dengan sebaik-baiknya bentuk tersebut.Dikarenakan iblis merasa lebih pantas dihormat dan dimulyakan dari pada Adam yang tercipta dari tanah liat yang menurut iblis hina dan lebih rendah drajadnya dari pada eksistensinya yang tercipta dari bara panas api. sehingga iblis enggan bersujud kepada Adam. Sejak itulah Allah melaknat malaikat Azazil tersebut menjadi sebutan Iblis yang terkutuk sampai keturunannya dan memberi tangguh atas kehidupannya sampai akhir kehidupan dunia ini, Iblis resmi menyatakan dan memproklamirkan sebagai musuh yang nyata bagi Adam dan keturunannya dan sejak itu juga dendam kesumat selalu membara dalam diri iblis untuk menjerumuskan Adam dan keturunannya.
Setiap waktu Iblis selalu berusaha untuk menjerumuskan musuh nyatanya tersebut dengan berbagai macam cara, mulai dari cara halus (hipnotis) sampai cara yang kasar sekalipun. Adam dipindahkan ke alam dunia merupakan salah satu dari tipu daya iblis yang telah mempengaruhinya, sehingga adam yang dulunya bahagia hidup di syurga sekarang harus meneguk kehidupan didunia yang serba harus berusaha dan berjuang banting tulang untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya.
Hidup di dunia ini hanya bersifat sementara karena Allah telah menetapkan umur dunia yang sangat pendek yang pada akhir kehidupan ini akan mengalami kehancuran dan kerusakan yang tiada lain diakibatkan oleh perbuatan manusia yang mayoritas terpengaruh pada tipu muslihat iblis
iblis tidak ada yang mati dan manusia banyak yang mati, secara logika memang benar bahwa kehidupan ini akan berahir dengan kerusakan karena selain dari skenario Allah yang menetapkan aturan main kehidupan dunia ini juga semakin banyak iblis yang akan mempengaruhi manusia untuk masuk kedalam tipu muslihatnya.
Manusia yang hidup di akhir zaman semakin tertantang untuk membentengi diri dari tipu muslihat iblis, dan menurut hemat penulis akan mendapatkan nilai plus dari Allah jika manusia tersebut benar-benar mampu membentengi dirinya dari tipu dayanya. Semoga kita selalu bisa……dan taklupa berdo’a untuk selalu memohon petunjuk-Nya, kerena selama manusia dalam lindungan-Nya merk iblis manapun tidak akan mampu mempengaruhinya. Amien……….

“Allah akan selalu memberi perlindungan bagi hambanya yang meminta perlindungan-Nya” yakinkan itu…….ok

Kamis, 21 Agustus 2008

PEMIMPIN MASA KINI

Semua elit partai politik beradu acting dalam mencalonkan calegnya, hanya demi mendapatkan suara tuhan dalam memuluskan rencananya. Kendatipun harus mengorbankan masyarakat banyak sebagai tumbal dari kebijakan-kebijakan politis yang diambilnya. Jebakan-jebakan mulus terencana dengan rapi dan tersembunyi sehingga sedikit masyarakat yang sadar bahwa dirinya terperangkap kejurang yang mengantarkanya pada penderitaan.
Anehnya terlibatnya artis-artis ternama dalam negeri juga ikut meramaikan perjalanan politik di negeri ini. Kampanye pun malah tebar-tebar pesona bukan kecerdasan dan kepintaran yang di utamakan. Jaminan bahwa mereka akan mampu memikul amanah yang di amanahkan kepadanya terlebih dalam kebijakan-kebijakan politiknya yang memihak pada kepentingan rakyat bisa dikatan tidak ada. Semua orientasi politiknya mayoritas bersifat sementara dan hanya untuk kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Mau dibawa kemana negeri ini ketika para pemimpinnya hanya pintar bersolek dan pamer diri. Jati diri seseorang sangat di tentukan oleh penampilan fisiknya. Saya bingung harus mengadu pada siapa karena negeri ini benar-benar krisis, terlebih kerisis moral para pemimpin negeri. Semoga jeritan rakyat segera terdengar oleh naluri pemimpin negeri ini. Amien….

SA'ATNYA INTROSPEKSI DIRI

100 tahun hari kebangkitan nasional, 80 tahun hari sumpah pemuda. Segala usaha para pejuang bangsa telah terapresiasi oleh seluruh kalangan, mulai dari kaum proletar yang notabene-nya sebagai objek mainan asyik para penguasa, terlebih kaum borjuis yang mayoritas selalu apatis pada derai air mata derita bangsa.
Inilah Indonesia negeri yang subur penuh SDA tinggi, SDM-nya pun juga tak ketinggalan minus tinggi. Korupsi mulai pejabat tinggi sampai tingkat RT membudaya hingga mengakar dihati.
Seminar dan kegiatan sosial bergema di seluruh penjuru negeri, yang ujung-ujungnya pun mayoritas sebatas hura-hura dan srimonial yang tidak mengandung esensi. Minim sekali seminar dan kegiatan sosial yang mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik dan kesadaran tinggi, bahkan bisa dikatakan tidak ada karena riel negeri ini semakin bobrok akibat ulah orang yang tak bertanggung jawab akan pentingnya negeri yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Gafhuur.
Sampai kapan indonesia akan tetap seperti ini ….? Jika para ahli hanya pintar berkomentar dan memperkaya diri, mungkinkah penderitaan bangsa akan segara usai…? Jawabannya bila para penguasa mau berbenah diri dan mau berintrospeksi.

PENDIDIKAN DI NEGERI INI

Pendidikan bermutu masih belum sepenuhnya menyentuh lapisan masyarakat di negeri ini, di lihat antara sekolah swasta, sekolah negeri, terlebih lagi yang ngetrend sa’at ini istilah sekolah bertaraf internasional masih belum ditemukan titik persamaannya, mulai fasilitas sekolah, guru dan penunjang lainnya.
Tidak heran bila penduduk miskin di negeri ini selamanya akan tetap miskin karena selain asupan gizi yang didapatkannya tidak sesuai dengan standart nilai gizi rata-rata di tambah marginalisasinya dalam mendapatkan pendidikan yang bermutu. Sekolah yang menjamin terhadap masa depan generasi bangsa tidak sepenuhnya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, terlebih masyarakat miskin yang selalu menjadi penonton setia kaum bangsawan dalam menyekolahkan putra-putrinya kelembaga yang berkualitas dan bermutu.
Pemerintah memang mengalokasikan 20% APBD maupun APBN untuk pendidikan, tapi itu semua masih belum mampu menjawab kesetaraan dalam mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu antara masyarakat miskin dan masyarakat yang kaya. Contoh kecilnya ketika salah satu lembaga pendidikan di Surabaya yang pradikatnya bertaraf Internasional mematokkan harga 5 juta sebagai uang muka dan 600 ribu sebagai uang SPP tiap bulannya membuat ngilernya masyarakat miskin untuk ikut andil didalamnya. Memang secara realitas lulusan sekolah yang ternaginalkan dan sekolah yang dikatakan maju sangat jauh berbeda. Sehinggan jika pemerintah masih belum mampu mensejajarkan antara lembaga pendidikan yang di anaktirikan dan lembaga pendidikan yang di anak emaskan maka jangan mengharap kemiskinan di negeri ini akan segara terhapus.
Perlu sekali langkah-langkah revelusioner dari seluruh lapisan masyarakat untuk mendobrak kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak pada kemaslahatan rakyat, terlebih pada kebijakan-kebijakannya yang berkaitan erat dengan pendidikan. Kerena pendidikan adalah salah satu kunci utama menuju kesejahtaraan hidup bahagia dan bermartabat.
Jika apa yang aku tulis menjadikanmu bahagia, maka berterimakasihlah kepada Tuhan yang telah menciptakanku. Tapi, jika sebaliknya, mohon maafkan aku. Tulisan ini hadir, semata hanya untuk berbagi kebermanfaatan kepada sesama mahluk ciptaan.

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP